Pohon Sisa Erupsi Permudah Kebakaran, Bara di Gunung Merapi Dipastikan Padam

TrubusNews
Binsar Marulitua
26 Agu 2019   00:30 WIB

Komentar
Pohon Sisa Erupsi Permudah Kebakaran,  Bara di Gunung Merapi Dipastikan  Padam

Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan Gunung Merapi. (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) memastikan kobaran api yang melahap 0,432 hektare Gunung Merapi telah padam pada Sabtu (24/8/2019). 

Sebelumnya Kebakaran yang terjadi di TNGM, Blok Gentong, RPTN Srumbung, SPTN Wil I terjadi sejak Jumat (23/8/2019) malam sekitar pukul 18.30 WIB. 

Api berhasil dipadamkan melalui kerjasama petugas Balai TNGM bersama relawan gabungan yang berasal dari Koramil Srumbung, BPBD Kab Magelang, Penyuluh Kehutanan Dinas LHK Jateng di Srumbung, serta Paguyuban Merapi Hijau - PMH.

"Alhamdulillah kebakaran hutan sudah berhasil kami padamkan dan semoga tidak ada kebakaran susulan di kawasan TNGM," jelas Kepala Balai TNGM, Pujiati dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (26/8/2019). 

Baca Lainnya : Karhutla pada Area Hutan Tanaman Industri di Kalteng Diusut

Pujiati menjelaskan laporan awal kejadian karhutla tersebut berasal dari masyarakat. Dikarenakan kondisi telah malam, tidak memungkinkan melanjutkan upaya pemadaman, sehingga dilanjutkan keesokan harinya.

Upaya pemadaman pada Sabtu dimulai sejak pagi pukul 07.15 WIB, tim berjumlah 30 orang yang berasal dari petugas Balai TNGM sebanyak 22 orang serta relawan gabungan dari Koramil Srumbung sebanyak 1 orang, BPBD Kab Magelang sebanyak 4 orang, Penyuluh Kehutanan Dinas LHK Jateng di Srumbung sebanyak 1 orang, Paguyuban Merapi Hijau - PMH sebanyak 2 orang, berhasil mencapai lokasi dan mulai aktifitas untuk mop up (memastikan bara api benar-benar padam) menggunakan alat manual (gepyok, parang, jet shooter). 

Sementara itu peralatan mekanis berupa mesin pompa, selang, mobil tangki slip on unit, dan cairan khusus pemadaman sedang masih akan disusulkan menuju lokasi.

"Setelah dilakukan mop up terlihat terdapat beberapa lokasi bekas kebakaran yang masih meninggalkan bara. Petugas menyemprotkan air dengan menggunakan pompa manual (jet shooter)," jelasnya. 

Ia menjelasakan, selain itu juga dibuat sekat bakar dengan membersihkan semak-semak untuk menjaga supaya bara api tidak menjalar dan menimbulkan api. Dilakukan juga pemotongan beberapa batang pohon kering (sisa erupsi 2010) yang masih berasap untuk selanjutnya dilakukan penyemprotan.

Kemudian pada pukul 11.30 wib, tim yang menyiapkan peralatan mekanis telah sampai lokasi. Petugas kemudian menyemprotkan air lagi ke lokasi bekas kebakaran untuk memastikan bara benar-benar mati. Setelah bara mati, dilakukan monitoring pasca kebakaran dengan melakukan pengukuran area terbakar.

Baca Lainnya : Nestapa Asmara, Pemadam Karhutla yang Gugur Tertimpa Pohon di Tahura Senami

Kemudian pada pukul 13.17 Wib, area dinyatakan clear dan bara api sudah berhasil diatasi. Dari pengamatan di lokasi kebakaran di blok Gentong (grid C5d), merupakan area hutan pinus dan semak belukar. Diketahui setidaknya disana terdapat 67 pohon pinus kering (sisa erupsi tahun 2010) yang sangat mudah terbakar.

"Upaya selanjutnya dari kejadian kebakaran hutan kemarin, akan dilanjutkan dengan meningkatkan pencegahan dan membuat posko bersama siaga dalkarhutla di Blok Gentong, OWA Jurang Jero dan daerah rawan lainnya mulai hari ini sampai dengan berakhirnya musim kemarau dengan melibatkan personil jaga dari petugas TNGM bersama2 TNI, Polri, BPBD, Pokwis, dan relawan lainnya," pungkasnya.  


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: