Kemenkes Luncurkan Sistem Jitu Cegah Penularan Penyakit Berbasis Android

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
24 Agu 2019   20:00

Komentar
Kemenkes Luncurkan Sistem Jitu Cegah Penularan Penyakit Berbasis Android

Kemenkes RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meluncurkan Silantor atau Sistem Surveilans Vektor. (Foto : Dok Kemenkes)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kamis (22/8) di Semarang, meluncurkan sebuah sistem yang dapat mencegah terjadinya penularan penyakit melalui vektor. Sistem tersebut dinamai Silantor atau Sistem Surveilans Vektor.

Silantor berbasis website dan android. Melalui Silantor ini secara teknis tenaga kesehatan di Puskesmas mengumpulkan data vektor di wilayah kerjanya. Setelah itu data diinput ke dalam Silantor dan akan terintegrasi ke dinas kesehatan kabupaten/kota, provinsi, sampai ke pemerintah pusat.

Dilansir dari laman Kemenkes, Silantor ini merupakan sistem yang dikembangkan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap penyakit tular vektor dan zoonotik.

Baca Lainnya : Kemenkes Ingin Perkuat Peran Pekerja Perempuan untuk Wujudkan Keluarga Sehat

''Kalau hasil survei melalui Silantor ini menunjukkan bahwa vektro nya ada dan membahayakan bila terjadi penularan penyakit, maka sebelum timbul penyakit tertentu bisa dilakuan upaya pengendalian vektor,'' jelas Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dr. Nadia Tarmizi, M.Epid.

Data vektor yang diinput ke Silantor akan dianalisis secara otomatis oleh sistem untuk mengetahui tingkat kebahayaan penyakit tular vektor.

Semua data di Puskesmas nantinya akan teranalisis di tingkat kabupaten/kota, nanti akan menunjukkan kabupaten/kota tersebut aman atau tidak terhadap penularan penyakit, demikian juga di tingkat provinsi dan nasional.

''Analisis data vektor didasarkan pada angka baku mutu di Permenkes 50 tahun 2017 yang menyebutkan bahwa kalau kepadatan nyamuk melebihi baku mutu yang ada, begitu juga kepadatan lalat, kecoa, dan tikus, dan lain-lain, maka potensi penularan kepada manusia akan lebih besar,'' kata Nadia.

Baca Lainnya : Kemenkes Pastikan, Tak Ada Kasus Baru Hepatitis A di Pacitan

Dengan mengetahui kepadatan vektor di suatu wilayah maka akan diketahui potensi penyakit yang ajan muncul seperti apa.

''Ini aplikasi lebih ke preventif. Berdasarkan analisis data survei ini akan kita ketahui kondisi vektornya seperti apa, apakah kondisinya berbahaya bagi kesehatan masyarakat atau tidak,'' kata Nadia.

Sosialisasi Silantor akan dilakukan secepatnya pasca launching hari ini. Sebelumnya sudah ada beberapa suku dinas di DKI Jakarta meminta Silantor disosialisasikan terlebih dahulu sebelum launching. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: