Sekjen PBB: Kebakaran Hutan Amazon Rusak Keanekaragaman Hayati

TrubusNews
Astri Sofyanti
23 Agu 2019   12:00 WIB

Komentar
Sekjen PBB: Kebakaran Hutan Amazon Rusak Keanekaragaman Hayati

Kebakaran hutan Amazon (Foto : Times.com)

Trubus.id -- Hutan hujan tropis Amazon mencatat rekor kebakaran tahun ini. Berdasarkan data satelit badan ruang angkasa Brazil, INPE, terjadi peningkatan kebakaran 84 persen dari periode yang sama pada 2018.

Padahal menurut NOAA (layanan informasi satelit atmosfer dan kelautan AS) hutan hujan tropis Amazon termasuk wilayah yang tahan kebakaran. Sebab, hutan itu punya kelembaban yang menjaganya dari kekeringan dan kebakaran hutan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan merasa prihatin atas kebakaran yang melahap sebagian besar hutan hujan Amazon. Diaporkan kebakaran hutan Amazon memicu asap tebal yang menyelimuti beberapa kota di Brazil.

Baca Lainnya : Hutan Amazon Terbakar, Menteri Lingkungan Hidup Brasil Dicemooh di Muka Publik

"Saya sangat prihatin dengan kebakaran di hutan hujan Amazon. Di tengah-tengah krisis iklim global, kami tidak dapat menanggung lebih banyak kerusakan pada sumber utama oksigen dan keanekaragaman hayati," cuit Guterres di akun Twitter pribadinya, seperti dilaporkan AFP, Jumat (23/8).

Dirinya juga menulis bahwa Hutan Amazon harus dilindungi.

Luasnya area yang rusak akibat kebakaran belum diketahui, namun asap sudah memenuhi Kota Sao Paulo dan beberapa kota Brazil lainnya.

Kebakaran hutan cenderung meningkat selama musim kemarau, yang biasanya berakhir pada akhir Oktober atau awal November. Atas insiden kebakaran tersebut, WWF menyalahkan percepatan deforestasi di Amazon sehingga memicu peningkatan tajam kebakaran hutan tahun ini.

Baca Lainnya : Dituntut Atasi Kebakaran Hutan Amazon, Presiden Brasil Angkat Tangan

"Bahkan di sini di tengah-tengah Samudra Atlantik saya mendengar tentang jumlah rekor kebakaran dahsyat di Amazon," cuit remaja aktivis iklim, Greta Thunberg, yang sedang dalam pelayaran kapal pesiar menuju ke New York.

National Institute for Space Research (INPE) melaporkan terdapat 74 ribu kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2019. Pengamatan pada Kamis (22/8) menunjukkan 9.500 titik api. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: