Indonesia Jadi Pemasok Gambir Terbesar Dunia

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
22 Agu 2019   20:30

Komentar
Indonesia Jadi Pemasok Gambir Terbesar Dunia

Bunga gambir (Foto : flickr.com)

Trubus.id -- Gambir merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang banyak ditemukan di daerah Sumatera Barat dan Riau. Bahkan Indonesia menjadi negara pengekspor gambir terbesar dunia. Sejumlah negara tujuan ekspor gambir Indonesia meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, India, Pakistan, Bangladesh, hingga beberapa negara di Eropa.

Sebagaimana diketahui, Sumatera Barat menjadi daerah penghasil gambir terbesar, utamanya kabupaten di 50 Kota yang berkontribusi 50 persen lebih dari produksi gambir nasional.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono menyatakan 80 persen produksi dan pasar ekspor gambir dunia berasal dari Indonesia, bahkan volume dan nilai ekspor gambir Indonesia dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan.

Baca Lainnya : Miris, Petani Kenya Tinggalkan Tanaman Pangan untuk Tanam Narkotika Herbal

"Berdasarkan data BPS yang diolah Ditjen Perkebunan, tahun 2018 ekspor gambir Indonesia sebesar 18 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai 55 juta dolar AS. Lebih dari 94 persen gambir Indonesia diekspor ke India yang digunakan untuk Industri farmasi, astringent lotion, dan zat penyamakan kulit,” demikian disampaikan Kasdi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, (22/8/19) mengutip Antaranews.

Dari sisi hilir, Kasdi mengatakan berbagai olahan dan diversifikasi gambir mampu meningkatkan nilai tambah yang dapat mendongkrak pendapatan petani. Bagi sebagian orang, gambir identik sebagai bahan pelengkap kunyahan campuran sirih dan kapur hasil pembakaran cangkang kerang.

Namun, gambir menjadi bahan baku bagi kalangan industri farmasi, tekstil, pangan, kosmetik, dan sebagainya. Lebih lanjut ia menjelaskan prospek pengembangan gambir sebagai komoditas ekspor masih sangat terbuka.

Baca Lainnya : Kemenlu Sebut Produk Tanaman Pangan RI Potensial di Ekspor ke Amerika Latin

Pasalnya permintaan gambir di India semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan dalam lima tahun terakhir volume permintaan gambir Indonesia berada pada kisaran 13-14 ribu ton per tahun. Secara umum, prospek pengembangan tanaman gambir dalam skala luas masih sangat terbuka luas.

Dia mengungkapkan di India sendiri sebagian besar gambir digunakan sebagai pengganti katha yang diekstrak dari kayu Khair (Acacia cathecu) dan digunakan dalam industri Pan Masala dan Gutkha yang merupakan produk konsumsi dengan cara dikunyah dan memiliki efek stimulan.

“Saat ini India membatasi penebangan Pohon Khair sebagai upaya konservasi hutan, dan tanaman gambir memiliki peluang untuk menggantikan pohon tersebut, karena memiliki kemiripan secara karakteristik, tetapi memiliki kandungan fisikokimia (catechins) yang lebih besar daripada khair,” ujarnya kembali.

Baca Lainnya : Kementerian Pertanian Paparkan Capaian Ekspor Komoditas Tanaman Pangan

Kasdi menjelaskan ketersediaan benih unggul merupakan faktor penentu untuk meningkatkan produksi dan kualitas komoditas perkebunan yang berdaya saing. Dalam konteks budi daya gambir, ketersediaan benih unggul merupakan salah satu kendala yang banyak dihadapi petani saat ini.

Kementerian Pertanian saat ini tengah memacu peningkatan produksi komoditas perkebunan guna mengembalikan kejayaan komoditas bernilai ekonomis tinggi di pasar dunia dengan meluncurkan program BUN500. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: