Presiden Jokowi Tinjau Kapal Ternak di Pelabuhan Tenau Kupang

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Agu 2019   17:00 WIB

Komentar
Presiden Jokowi Tinjau Kapal Ternak di Pelabuhan Tenau Kupang

Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/8/19) untuk meninjau ke Kapal Ternak Camara Nusantara (CN) 3. (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Iriana Joko Widodo mengunjungi Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/8) untuk meninjau ke Kapal Ternak Camara Nusantara (CN) 3.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengatakan, Jokowi tidak hanya melihat proses loading masuknya ternak sapi ke kapal ternak, namun juga ikut menaiki kapal untuk melihat langsung sapi yang telah memasuki kandang dalam kapal ternak CN 3.

“Kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo melihat kapal ternak, merupakan bukti dukungan dan perhatian beliau yang besar kepada pembangunan peternakan”, kata Ketut di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (22/8).

Pada kunjungan tersebut, Presiden merasa bersyukur akhirnya dapat melihat langsung pemuatan sapi dari para peternak lokal di NTT untuk dikirim ke berbagai daerah, seperti Pulau Jawa dan Kalimantan dari Pelabuhan Tenau Kupang.

Baca Lainnya : Permudah Perizinan, Kementan Tingkatkan Investasi dan Ekspor Obat Hewan

“Oleh karena itu, kita harus terus bersinergi dan bahu-membahu antara pemerintah dan stakeholder, untuk dapat mewujudkan harapan Bapak Presiden,” ujar Ketut.

Diakui Ketut, sejak diresmikan penggunaan Kapal Khusus Ternak oleh Pemerintah, pada 10 November 2015 hingga pertengahan 2019, jumlah ternak yang telah diangkut menggunakan dengan moda transportasi ini dari wilayah produsen mencapai 147.164 ekor.

“Melalui kapal ternak ini, kita berharap keberadaan ternak dan dinamika ketersediaan ternak di Indonesia dapat terpantau dengan baik, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah dalam penyediaan daging sapi menjadi lebih optimal,” ungkapnya.

Lanjut Ketut, pemanfaatan kapal ternak ini dapat dioptimalkan untuk mengisi muatan balik kapal dengan produk yang dibutuhkan di daerah produsen sehingga terjadi peningkatan hubungan perdagangan yang lebih baik antar-daerah.

Baca Lainnya : Sekjen Kementan: Meski Anggaran Turun, Kinerja Sektor Pertanian Justru Melesat

“Hal ini perlu dukungan pemerintah daerah dalam memaksimalkan efektifitas pemanfaatan kapal ternak ini yang pada akhirnya mendukung pembangunan peternakan kedepan yang lebih baik,” ungkap Ketut.

Anis, salah satu pengirim ternak sapi pengguna kapal ternak yang juga berada di lokasi tersebut menyampaikan kebahagiaannya dapat bertemu Presiden Jokowi pada saat proses loading ternak sapinya ke CN 3. Anis merasakan manfaat dengan adanya kapal ternak, yang dapat mengangkut ternak sapi dari Provinsi NTT ke Jakarta, Samarinda dan Banjarmasin.

“Senang pakai kapal ternak karena susut bobot badan sapi sampai tempat tujuan lebih kecil dibanding pakai kargo dan sapinya lebih terjamin selama perjalanan”, ungkapnya.

Baca Lainnya : PERAGI Sebut Kementan Sukses Tingkatkan Produksi dan Pertumbuhan Ekonomi

Menurutnya penurunan bobot badan sapi yang diangkut dengan kapal ternak, berdasarkan pengalamannya selama ini kurang dari 10 persen, sedangkan kapal kargo lebih dari 10 persen.

“Pengadaan kapal ternak merupakan progam pemerintah yang sangat bagus, solusi bagi kami peternak di NTT” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Benny, pengirim ternak sapi pengguna kapal ternak, saat ditemui di Pasar Ternak Lili Kabupaten Kupang. Benny lebih suka mengirimkan ternak-ternak sapinya menggunakan kapal ternak, karena penurunan bobot badan sapinya lebih rendah dibanding menggunakan kapal kargo. Berdasarkan pengalaman Benny, penurunan bobot badan ternak sapi yang dikirim dengan kapal ternak lebih rendah berkisar 6-8%, dibandingkan dengan kapal kargo yang mencapai 12-15%.

Mendengar lansung apresiasi dari peternak terkait Kapal Ternak, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Fini Murfiani mengatakan pengiriman sapi melalui fasilitasi kapal khusus ternak membuat kualitas ternak dapat terjaga dari tempat asal hingga ke wilayah tujuan konsumsi karena memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan untuk menciptakan kondisi nyaman bagi hewan ternak dalam masa pengangkutan dan pengiriman.

“Dampak kapal ternak ini juga dapat meminimalisasi penyusutan bobot ternak karena sering terjadi kasus kematian karena penanganan hewan ternak yang kurang layak di atas kapal,” kata Fini.

Baca Lainnya : Kementan Minta Kepala Daerah Alokasikan APBD Untuk Cadangan Pangan

Kepala Dinas Peternakan Propinsi NTT, Danny Suhadi mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas fasilitasi kapal ternak dari pemerintah pusat untuk mengangkut sapi dari NTT menuju wilayah produsen. Lebih lanjut Danny menjelaskan bahwa 5 kapal ternak yang mengangkut ternak sapi dari NTT adalah kapal CN 1, CN 2, CN 3, CN 4 dan CN6.

”Kelima kapal tersebut utk distribusi ternak sapi NTT ke pulau Jawa terutama Jakarta dan pulau Kalimantan melalui Samarinda dan Banjarmasin dengan muatan atau loading faktor rata-rata mencapai 100 persen dari kapasitas muatan angkut kapal sebesar 500 ekor per kapal,” ujar Danny. [NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: