Waspada Produk Berlabel No Palm Oil Berbahaya dan Ilegal, Simak Penjelasan Badan POM

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
21 Agu 2019   18:30

Komentar
Waspada Produk Berlabel No Palm Oil Berbahaya dan Ilegal, Simak Penjelasan Badan POM

Badan POM bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan lintas sektor terkait lainnya mengenai penanganan isu Palm Oil Free di Jakarta, Rabu (21/8/19) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Terkait peredaran isu Palm Oil Free, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny K. Lukito memastikan bahwa semua produk baik dalam dan luar negeri (impor) yang memiliki label bebas minyak kelapa sawit (No Palm Oil) merupakan pelanggaran sesuai dengan sesuai dengan peraturan yangbdikeluarkan oleh Badan POM.

Pasalnya, Penny mengatakan bahwa saat ini produk pangan dan juga kosmetik yang tidak menggunakan minyak kelapa sawit tengah tren di pasaran. Selain itu, dirinya juga mengakui jika produk No Palm Oil yang sedang menjadi tren bisa membahayakan kesehatan. Meski begitu, dirinya tak menampik, jika belum semua terbukti secara ilmiah, karena menurutnya tidak semua kandungan minyak sawit itu berbahaya.

"Setiap ada produk yang temui di pasaran, produk pangan olahan, bisa juga kosmetik, ada kalimat tidak mengandung sawit, itu adalah satu produk yang ilegal," tegas Penny ketika menggelar konferensi pers di Kantor Pusat Badan POM, Jakarta, Rabu (21/8/19).

Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak asal termakan tren yang berkembang dan perlu mencermati fakta. Sebab menurutnya, penggunaan label yang mencantumkan atau tidak mencantumkan suatu zat dilarang oleh BPOM.

Sebagaimana diketahui, keputusan ini juga telah disepakati lintas sektor Badan POM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, pengusaha, asosiasi kelapa sawit, dan juga universitas yang bisa memberikan bukti ilmiah bahwa minyak sawit tidak berbahaya selama memastikan standar dan pengelolaan industri yang tepat.

Lebih lanjut Penny mengatakan bila mau mengklaim tidak mengandung zat tertentu atau sebaliknya, harus diperkuat dan dilengkapi dengan data dan diuji di laboratorium BPOM. Aturan tersebut sesuai dengan Aturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 Tentang Label Pangan Olahan dan Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pendaftaran Pangan Olahan.

“Kami akan melakukan penegakkan hukum, tapi pertama kami akan melakukan pembinaan, dengan cara melakukan edukasi dan pembinaan kepada pelaku usaha dan masyarakat. Kita secara bersama-sama dengan lintas sektor melakukan suatu upaya kampanye besar terkait dengan klaim No Palm Oil atau dikaitkan dengan label, serta berbagai tuduhan lain yang dikaitkan dengan lingkungan akan kita lakukan bersama-sama untuk melindungi industri minyak sawit yang menjadi salah satu keunggulan kita,” tandasnya.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 21 Agu 2019 - 20:10

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: