Badan POM: Minyak Kelapa Sawit Aman

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
21 Agu 2019   17:00

Komentar
Badan POM: Minyak Kelapa Sawit Aman

Badan POM bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan lintas sektor terkait lainnya mengenai penanganan isu Palm Oil Free di Jakarta, Rabu (21/8/19) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Di Indonesia, industri minyak sawit merupakan salah satu industri strategis nasional, khususnya untuk kelompok non migas. Produksi minyak sawit Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun, baik dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO), maupun produk turunannya yang diperuntukkan industri kimia dan industri pangan misalnya minyak goreng, margarin, mayones, sabun, sampo, pasta gigi, bahan baku untuk baju, kertas koran, palm oil biodiesel, dan lain-lain.

Rabu, 21 Agustus 2019 diselenggarakan pertemuan Badan POM bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan lintas sektor terkait lainnya mengenai penanganan isu Palm Oil Free, dengan materi pembahasan tentang peran strategis minyak sawit dalam menghasilkan devisa negara, perkembangan mutakhir industri minyak sawit Indonesia, dan penanganan isu negatif minyak sawit Indonesia.

“Tadi kami sudah melakukan pertemuan dengan lintas sektor, tidak hanya dari pemerintah tapi juga para pelaku usaha dan universitas untuk membahas langkah-langkah ke depan, karena kita semua menyadari industri minyak sawit Indonesia adalah salah satu industri yang sangat strategis bagi ekonomi Indonesia, tidak haya dalam bentuk Crude Palm Oil tapi juga berbagai produk turunannya terkait dengan Badan POM, tentunya pengawasan untuk obat dan makanan seperti minyak goreng, sabun, shampoo, kosmetik dan bahan pangan lainnya, bahkan susu bayi yang mengandung palm oil,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito dalam konferensi pers terkait isu Palm Oil Free di Kantor Pusat Badan POM, Jakarta, Rabu (21/8).

Baca Lainnya : Kunjungi Malaysia, Jokowi Akan Bicarakan Diskriminasi Sawit dengan PM Mahathir Mohamad

Prospek industri sawit kini semakin cerah baik di pasar dalam negeri maupun di pasar dunia. Sektor ini akan semakin strategis karena berpeluang besar untuk lebih berperan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap tenaga kerja.

Lebih lanjut Penny mengatakan, melihat potensinya yang begitu besar untuk mendukung ekonomi di Indonesia, ia mengatakan, di sisi lain ada berbagai kampanye hitam yang terus dilakukan untuk menurunkan daya saing dari produk palm oil Indonesia sehingga membutuhkan upaya bersama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal ini terkait dengan label dari produk pangan, salah satunya didapatkan mengandung label tidak mengandung minyak sawit (palm oil free).

“Berdasarkan peraturan Badan POM yang ada, itu tidak boleh, artinya satu pelanggaran. Tugas dari Badan POM dalam hal ini untuk mengawasi label pangan melakukan pengawasan dan penindakan,” tuturnya kembali.

Baca Lainnya : Karya Peneliti LIPI Ini Gubah Tandan Kosong Sawit Jadi Bahan Bakar, Simak Prosesnya

Apabila temuan produk itu sudah mendapatkan sertifikasi melalui Badan POM untuk mendapatkan izin edar sudah melalui seleksi terlebih dalulu. “Terutama produk yang tidak tercantum no palm oil itu pasti tidak diperbolehkan untuk beredar, artinya kalau ada produk yang beredar dengan tanda palm oil itu adalah pelanggaran terhadap ketentuan yang ada,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total ekspor minyak sawit sejak tahun 2013 hingga 2017 cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 total volume ekspor mencapai 22,22 juta ton dengan total nilai sebesar US$ 17,14 milyar dan meningkat di tahun 2017 menjadi 29.07 juta ton dengan total nilai sebesar US$ 20.72 Miliar.

Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa pertumbuhan penggunaan minyak sawit dipicu oleh peningkatan jumlah penduduk dunia dan semakin berkembangnya tren pemakaian bahan dasar oleochemical, yang berasal dari minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Data Oil World juga menunjukkan bahwa tren penggunaan komoditi berbasis minyak sawit di pasar global terus meningkat dari waktu ke waktu, mengalahkan industri berbasis komoditas vegetable oil lainnya seperti minyak gandum, minyak jagung, dan minyak kelapa.

Baca Lainnya : Menko Darmin Tekankan 3 Pilar Riset dan Pengembangan Industri Sawit

Berdasarkan kajian dari berbagai aspek, minyak sawit telah ditetapkan menjadi salah satu bahan pokok sebagai pembawa fortifikan, dalam hal ini vitamin A yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah kurang gizi di tingkat nasional.

Di tengah pertumbuhan industri kelapa sawit ini, Indonesia menghadapi beberapa permasalahan, antara lain pencantuman label Palm Oil Free. Sebagai upaya untuk menangani masalah tersebut, tahun 2018 lalu, pada pertemuan Komite Hambatan Teknis Perdagangan Barang (TBT) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa Swiss, Indonesia meminta praktik pelabelan ‘Bebas Minyak Sawit’ atau Palm Oil Free dihentikan. Terkait pelabelan ‘Bebas Minyak Sawit’, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyatakan bahwa dalam upaya pengawasan dan penindakan, Badan POM tidak menyetujui pendaftaran produk yang mencantumkan klaim ‘Bebas Minyak Sawit’, dan aturan ini ditegakkan dengan tegas berdasarkan Peraturan yang ada.

“Kami membangun kesepakatan dan komitmen untuk membangun upaya perlindungan terhadap daya saing perdagangan kelapa sawit, dan khususnya menghentikan penggunaan label “Palm Oil Free” yang akan menurunkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia.” pungkas Penny. [NN]

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 21 Agu 2019 - 20:10

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: