1.500 Ton Sampah per Hari Bisa Hasilkan 20 Megawatt Listrik di TPA Sarbagita Suwung, Denpasar

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
21 Agu 2019   11:00

Komentar
1.500 Ton Sampah per Hari  Bisa Hasilkan  20 Megawatt Listrik  di TPA  Sarbagita Suwung, Denpasar

TPA Sarbagita Suwung di Denpasar, Bali.  (Foto : Kementerian PUPR)

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 2 cell sanitary landfill baru seluas 5 hektare dan pematangan lahan seluas 5 hektare untuk lokasi PLTSa. Pembangunan tersebut dalam rangka rangka revitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung di Denpasar, Bali. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan PLTSa mengacu pada Peraturan Presiden No. 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. 

"Untuk pembangunan PLTSa dilakukan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi yang dibutuhkan mencapai USD 240 juta dengan potensi kapasitas listrik 15-20 MW," jelas Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Rabu (21/8/2019).  

Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga mengatakan, keberadaan PLTSa nantinya akan sangat mendukung pengurangan sampah di TPA Suwung sehingga masa layanannya akan menjadi lebih panjang dan meningkatkan kualitas lingkungan.

"Sekitar 1.300-1.500 ton perhari itu bisa langsung habis diolah menjadi energi listrik sebesar 20 Megawatt. Residu tetap ada meski sedikit, tidak sampai 10%. Disediakan lahan sekitar 1,5 hektar untuk menampung residu tersebut," kata Danis saat meninjau TPA Suwung di Bali, Selasa (20/8).

Baca Lainnya : Sempat Mandek, Kementerian ESDM Komitmen Rampungkan Pembangunan PLTSa di 4 Kota Tahun Ini

Revitalisasi ini termasuk pembangunan instalasi pengelolaan air limbahnya, sehingga lindi tersebut tidak mencemari lingkungan sekitar termasuk ke laut.

Disamping itu pengelolaan sampah yang baik di TPA Sarbagita Suwung juga penting bagi citra pariwisata Indonesia mengingat lokasinya dekat dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang menjadi salah satu bandara tersibuk di ASEAN.

Masa pelaksanaan pekerjaan dilakukan selama tiga tahun yakni 2017-2019 dengan anggaran Rp 250 miliar. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT. Waskita Karya dan PT. Arkonin (Kerjasama Operasi/KSO) dengan progres konstruksi sudah sebesar 94% dan ditargetkan rampung akhir November 2019.

Danis mengatakan dalam pengelolaan sampah terdapat tiga upaya yang perlu dilakukan dari hulu hingga hilir.  Pertama, berkaitan dengan meningkatkan kesadaran perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. 

Baca Lainnya : Pembangunan PLTSa Mandek, Jokowi Tagih Penyelesaian

Kedua lewat upaya sirkular ekonomi, yaitu bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemilahan sampah yang dapat didaur ulang sehingga dapat memberikan pemasukan secara ekonomi sekaligus mengurangi sekitar 30 persen sampah yang masuk ke TPA.

“Terakhir melalui pendekatan teknologi, misalnya dengan pembangunan PLTSa untuk pengurangan sampah dengan mengubahnya menjadi energi," ujarnya.

Secara keseluruhan luas lahan TPA Suwung mencapai 32,4 hektare. Di mana ketinggian timbunan sampahnya mencapai antara 15 meter-25 meter yang sebelum direvitalisasi berpotensi menimbulkan longsor. Kini, timbunan sampah tersebut telah ditutupi oleh tanah dan geogrid yang bakal diproyeksikan sebagai ekowisata. 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: