Peneliti LIPI: Tumbuhan Indonesia Mengandung Senyawa Antikanker dan Antimalaria

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
20 Agu 2019   19:00

Komentar
Peneliti LIPI: Tumbuhan Indonesia Mengandung Senyawa Antikanker dan Antimalaria

Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia LIPI Jamilah ketika melakukan orasi ilmiah Pengukuhan Profesor Riset di Jakarta, Selasa (20/8/19) (Foto : Dok. LIPI)

Trubus.id -- Kasus penyakit kanker sebagai penyebab kematian dan kejang-kitan yang terbesar di dunia meningkat hingga 70% dalam dua dekade. Pada tahun 2012, terdapat 14 juta kasus penyakit kanker, 8,2 juta di antaranya berakibat kematian yang disebabkan oleh 5 jenis penyakit kanker, yakni kanker paru, kanker prostat, kanker usus besar, kanker lambung, dan kanker hati.

Selain kanker, malaria adalah penyakit infeksi yang mema-tikan nomor 5 setelah penyakit infeksi saluran napas, HIV/AIDS, diare, dan TBC.  Berdasarkan catatan WHO tahun 2018, sebanyak 3,2 miliar penduduk di dunia berisiko terinfeksi malaria, 1,2 miliar di antaranya memiliki risiko tinggi malaria (jika yang meninggal lebih dari 1 orang/1.000 penduduk dalam satu tahun).

Dengan tingginya angka kematian karena kanker dan usaha Indonesia untuk tetap mengimpor obat kanker meski pun harganya sangat mahal dan mempunyai efek samping, hal ini mengindikasikan risiko yang besar dan biaya tinggi bagi kehidupan penderita kanker jika terus bergantung pada obat kanker impor.

Baca Lainnya : Kanker Paru Bisa Dicegah dan di Obati, Simak Penjelasan Ahli

Untuk itu, Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jamilah mengatakan perlunya mengembangkan obat kanker baru dari tumbuhan Indonesia, dengan efek samping yang lebih rendah. Sebagai informasi, Jamilah merupakan peneliti yang menemukan senyawa aktif baru dari Calophyllum spp sebagai bahan baku obat antikanker dan antimalaria Indonesia.

Dirinya mengatakan bahwa Malaria disebabkan oleh parasit genus Plasmodium yang terdiri darienam spesies, yaitu P. falciparum, P. vivax, P. ovale curtisi, P. ovale wallikeri, P. malariae, dan P. knowlesi.

“Sebesar 90 persen penderita malaria disebabkan oleh parasit P. falciparum yang sangat mematikan sehingga hampir 445.000 orang meninggal per tahun. Parasit tersebut masuk ke dalam sel darah merah lalu membunuh sel-sel darah merah,” ungkap Jamilah dalam Orasi pengukuhan Profesor Riset Bidang Kimia Organik, di Jakarta, Selasa (20/8).

Baca Lainnya : Bisa Sebabkan Kanker, KLHK Ingatkan Sampah Plastik Cenderung Meningkat

Diakuinya, Calophyllum spp mengandung senyawa santon, kumarin, biflavonoid, benzofenon dan neoflavonoid, triterpen dan steroid. Ia mengatakan jika senyawa aktif ini juga berfungsi sebagai antiinflamasi, antijamur, antihipoglikemia, antitumor, antimalaria, antibakteri dan anti-TBC.

"Calophyllum spp masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi obat antikanker dan antimalaria sebagai pengganti obat impor masih terbuka lebar. Potensi obat dari tumbuhan Calophyllum sangat melimpah, hampir di semua pulau-pulau besar di Indonesia ditemukan tumbuhan Calophyllum karena Indonesia merupakan hutan hujan tropis sehingga Calophyllum dapat tumbuh dengan subur. Untuk ikut berperan mengeliminasi malaria dan mengatasi penyakit kanker di Indonesia, kami tertarik mencari senyawa baru dari tumbuhanIndonesia, yaitu tumbuhan Calophyllum,” tutupnya. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: