Peneliti LIPI Rancang Instalasi Pengolahan Air Gambut Jadi Air Baku

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
20 Agu 2019   15:30

Komentar
Peneliti LIPI Rancang Instalasi Pengolahan Air Gambut Jadi Air Baku

Peneliti Pusat Penelitian Limnologi Ignasius Dwi Atmana Sutapa (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Keterbatasan air bersih dan sanitasi yang sehat masih menjadi persoalan utama bagi masyarakat yang tinggal di berbagai wilayah di Indonesia terutama yang berada di lingkungan air baku dengan kualitas yang rendah. Ketiadaan sumber air bersih serta kurangnya pengetahuan mengenai dampaknya terhadap kesehatan, memaksa masyarakat yang tinggal di wilayah gambut, seperti di Kalimantan, Sumatera, dan Papua, menggunakan air gambut secara langsung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Volume total air di dunia memang tidak berkurang, tetapi kualitasnya cenderung menurun dan kuantitas serta sebarannya terus menerus mengalami perubahan yang cukup drastis, diakibatkan peningkatan jumlah penduduk, aktivitas perekonomian, dan dampak perubahan iklim.

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yakni Peneliti Pusat Penelitian Limnologi Ignasius Dwi Atmana Sutapa yang juga baru dikukuhkan menjadi Profesor Riset LIPI mengatakan, sejak tahun 2012 telah melakukan pengembangan Instalasi Pengolahan Air Gambut dengan kapasitas produksi 60 liter per menit (IPAG60) sebagai sarana pemenuhan hak dasar masyarakat atas air di wilayah gambut.

Baca Lainnya : Sebar Teknik Agroforestry, Petani Ini Tuai Panen di Lahan Gambut Tanpa Membakar

Seperti diketahui, masyarakat yang berada di kawasan atau lahan gambut berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan karena mengonsumsi air gambut yang bersifat asam. Pasalnya air gambut sendiri mengandung beragam macam zat yang berisiko menggangu metabolisme tubuh.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Ignasius sapaan akrabnya melakukan pengembangan instalasi pengolahan air gambut menjadi air baku yang aman dikonsumsi masyarakat. Pasalnya, air gambut yang digunakan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu berdampak buruk pada kesehatan.

"IPAG60 ini sudah kita lakukan di Riau dan Kalimantan, bekerjasama dengan pemda setempat mengembangkan IPAG60. Ketiadaan sumber air bersih serta kurangnya pengetahuan mengenai dampaknya terhadap kesehatan, memaksa masyarakat yang tinggal di wilayah gambut menggunakan air gambut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Ignasius dalam konferensi pers Pengukuhan Profesor Riset di Kantor Pusat LIPI, Jakarta, Selasa (20/8).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Instalasi Pengolah Air Gambut (IPAG60) ini memproduksi 3,6 meter kubik atau setara dengan 3.600 liter air per jam yang mampu mencukupi kebutuhan air bersih 400 sampai 500 jiwa per hari apabila dioperasilan selama 10 jam.

Baca Lainnya : Profesor dari Jepang Tawarkan Sistem Pengelolaan Gambut Ramah Lingkungan

Sehingga IPAG60 menjadi alternatif teknologi untuk mengolah air gambut menjadi air bersih atau minum yang memenuhi standar kesehatan. Tak hanya mengolah air gambut menjadi air yang layak konsumsi, Ignasius mengakui bila IPAG60 bisa mengolah berbagai jenis air gambut menjadi air bersih.

"Kami bukan hanya fokus ke air gambut saja sekarang, air baku-air baku lokal yang berbeda-beda kualitasnya. Kami golongkan misalnya seperti air payau gambut. Air ini biasanya yang paling susah dilakukan pengolahan dibanding air banjir atau air-air di daerah yang terpapar pencemaran. Kami melakukan upaya-upaya ini dengan inovasi baru," tambahnya lagi.

Sementara itu, berdasarkan hasil uji terhadap kualitas air menunjukkan bahwa air produksi IPAG60 memenuhi standard air golongan A. Ignasius menambahkan, IPAG60 merupakan instalasi pengolah air gambut menjadi air bersih terbesar di Indonesia saat ini. Kualitas air produksinya memenuhi standar kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010. [NN]

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


PT Deltapuro Indonesia 21 Agu 2019 - 08:21

PT Deltapuro Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor dan penyedia peralatan p

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: