Berbagai Kalangan Kawal Kemerdekaan Sungai Cileungsi dari Jajahan Limbah

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
18 Agu 2019   20:00

Komentar
Berbagai Kalangan Kawal Kemerdekaan Sungai Cileungsi dari Jajahan Limbah

Upacara memperingati HUT RIke 74 di bantaran Sungai Cileungsi yang tercemar, Minggu (18/8). (Foto : Trubus.id/ M Iman Putra Perkasa)

Trubus.id -- Banyak upaya sudah dilakukan oleh berbagai kalangan dari komunitas peduli lingkungan, anggota Dewan dan masyarakat untuk membuat sungai Cileungsi kembali bersih, asri dan harum. Tak hanya melalui proses pembersihan, upaya dalam bentuk memberi penyadaran kepada para pengusaha yang diduga mencemari sungai juga sudah dilakukan.  

Tak cukup sampai disitu, penegakan hukum juga sudah didorong berbagai pihak agar bisa menimbulkan memberi efek jera kepada para pelanggar lingkungan hidup dengan menjatuhkan sanksi berat. Namun sayangnya, semuaupaya itu tidak memberi hasil sepertiyang diharapkan. Pencemaran di sungai Cileungsi buktinya semakin menjadi-jadi.

Penegasan itu dikemukakan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Eko Syaiful Rahman saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 di tepi sungai Cileungsi yang tercemar di bawah Jembatan Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/8) pagi.

Dalamupacara yang digelar oleh Relawan Bela Alam (RBA) Kodim 0621/Kabupaten Bogor ini, turut dibacakan 'Ikrar Memerdekakan Sungai' oleh Achmad Fathoni, anggota DPRD terpilih Kabupaten Bogor periode 2019-2024, serta pembacaan doa oleh Abah Yusuf, tokoh peduli lingkungan. 

Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Barat terpilih 2019-2024, Muhamad Ichsan Maulodin serta berbagai elemen masyarakat yang peduli sungai Cileungsi serta warga sekitar aliran sungai. Bupati Bogor yang sebelumnya telah mengkonfirmasi akan hadir sebagai inspektur upacara, berhalangan hadir. 

Lantaran demikian sulitnya "menjernihkan" sungai Cileungsi dari pencemaran berat, Eko Syaiful pun akhirnya hanya berujar, "Kita serahkan semua masalah sungai Cileungsi kepada penciptanya Allah SWT. Biarkan Dia Yang Maha Adil memberikan hukuman kepada para pencemar dan pembuang limbah ke sungai Cileungsi dengan seadil-adilnya...."

Menurut Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, kegiatan ini sepenuhnya didukung KP2C karena sangat strategis. Ini karena bisa menjadi momentum bagi pemerintah kabupaten dan instansi terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk bertindak lebih tegas dan keras terhadap pelaku pencemaran sungai Cileungsi. Sungai ini  mengalir dari wilayah Kabupaten Bogor hingga Kota Bekasi di Jawa Barat. 

Sementara Wawan Ramdani, Pengurus RBA Kodim 0621/Kabupaten Bogor, berharap semua elemen masyarakat bisa menjaga agar sungai Cileungsi betul -betul kembali bersih sehingga bisa menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat dan makhluk hidup lainnya. 

"Kami mendukung  penindakan yang setegas-tegasnya kepada para pihak yang melakukan pencemaran di sungai Cileungsi dengan tindakan hukum yang maksimal," tandas Wawan Ramdani.

Sungai Cileungsi yang merupakan hulu kali Bekasi digunakan sebagai bahan baku air PAM Kota Bekasi. Ironisnya, sungai ini kerap tercemar. Ditandai dengan air sungai yang menghitam dan memunculkan bau menyengat, khususnya di musim kemarau. Namun, di musim basah, sungai ini menimbulkan banjir.  

Untuk itu, RBA yang merupakan komunitas binaan Kodim 0621/Kabupaten Bogor, tahun ini memusatkan peringatan HUT RI di tepi sungai Cileungsi, diwarnai oleh hitamnya air sungai yang tercemar. Pada saat upacara juga dibacakan Ikrar Memerdekakan Sungai, yang bunyinya:

  • Memerdekakan sungai dari pencemaran atau polusi.
  • Menjalankan hak hak sungai untuk dijaga, dirawat dan dipelihara.
  • Mengusahakan dengan segenap jiwa dan raga agar Sungai kita Bersih, Asri dan Harum.

Setelah dibacakan, spanduk ikrar diteken oleh seluruh elemen yang hadir. "Kita jaga alam. Alam jaga kita." Itulah kesadaran mereka. [RN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: