Jokowi: Ibu Kota Baru untuk Pacu Pemerataan dan Keadilan di Luar Pulau Jawa

TrubusNews
Binsar Marulitua
17 Agu 2019   17:30 WIB

Komentar
Jokowi:  Ibu Kota  Baru untuk Pacu Pemerataan dan Keadilan di Luar Pulau Jawa

Presiden Joko Widodo saat aat menyampaikan Keterangan Pemerintah Atas RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 beserta Nota Keuangannya, di depan Sidang Paripurna DPR RI, di Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (Foto : Biro Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden)

Trubus.id -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Hal tersebut dilakukan untuk memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa. 

Perihal tersebut disampaikan Jokowi saat menyampaikan Keterangan Pemerintah Atas RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 beserta Nota Keuangannya, di depan Sidang Paripurna DPR RI, di Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019) kemarin.

“Untuk itu, rencana pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan diletakkan dalam konteks ini, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa,” kata Jokowi.

Baca Lainnya : Restui Ibu Kota Baru di Kalimantan, Jokowi Godok Skema Pembiayaan dan Payung Hukum

Menurut Jokowi, selama ini, denyut kegiatan ekonomi secara umum masih terpusat di Jakarta dan Pulau Jawa. Sehingga Pulau Jawa menjadi sangat padat dan menciptakan ketimpangan dengan pulau-pulau luar Jawa. Apabila membiarkan hal tersebut berlanjut tanpa ada upaya yang serius,ketimpangan akan semakin parah.

Ibu kota baru, lanjut Presiden, dirancang bukan hanya sebagai simbol identitas, tetapi representasi kemajuan bangsa, dengan mengusung konsep modern, smart, and green city, memakai energi baru terbarukan, dan tidak bergantung kepada energi fosil.

Mengenai dukungan pendanaan bagi pemindahan ibu kota, Jokowi menegaskan, akan sekecil mungkin menggunakan APBN. 

“Kita dorong partisipasi swasta, partisipasi BUMN, maupun skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha atau  KPBU,” tegas Presiden Jokowi.

Sebelumnya saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 di hadapan sidang bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (16/8/2019) pagi, Presiden Jokowi menyampaikan permohonan izin untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta.

“Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan,” kata Jokowi.

Baca Lainnya : Jokowi Malu Karhutla Jadi Berita Utama di Malaysia dan Singapura

Pernyataan Jokowi itu langsung disambut tepuk tangan panjang dari para peserta sidang yang memenuhi Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPD/DPR RI, Jakarta, sebagian bahkan berdiri memberikan aplaus panjang.

Jokowi menegaskan, Ibu kota bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa. “Ini demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi. Ini demi visi Indonesia Maju. Indonesia yang hidup selama-lamanya,” tegasnya. (Tim Liputan MPR-DPD-DPR/ES)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Jokowi: Sekarang Semua yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker

Peristiwa   06 April 2020 - 17:02 WIB
Bagikan: