KLHK Segel 18 Perusahaan Terkait Karhutla, Lahan Terbakar Capai 2.209 Hektare

TrubusNews
Binsar Marulitua
16 Agu 2019   20:29 WIB

Komentar
KLHK Segel 18 Perusahaan Terkait Karhutla, Lahan Terbakar Capai 2.209 Hektare

Hasil analisis KLHK sebaran wilayah kebakaran hutan (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan, telah melakukan penyegelen terhadap 18 lahan milik perusahaan dan 1 lahan milik perseorangan terkait kebakaran hutan (Karhutla) lahan.  Dalam kurun waktu 3 Agustus-15 Agustus 2019, jumlah total hutan dan lahan yang terbakar sebesar 2.209 hektare (ha). 

"Saat ini sudah ada 19 lokasi yang kita lakukan penyegelan. 18 milik perusahaan dan 1 milik perseorangan,"Jelas Direktur Jenderal Penegakan Hukum, KLHK) Rasio Ridho Sani di Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Rasio merinci, 18 perusahan yang disegel adalah PT.DI, PT.SSS, PT.IF,PT.MAS, PT.RA, PT.GSM, PT.SRL, PT.HBL,PT.PLD,PT.SUM,PT.MAS, PT.DAS, PT.GKM, PT.TNS, PT.TNS, PT.SPAS,PT.SP, PT.UKIJ, PT.MSL. 

Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di lima provinsi, yakni 10 perusahaan di Kalimantan Barat, 3 perusahaan di Kalimantan Tengah, 3 perusahaan di Riau dan 1 perusahaan masing-masing berada di Sumatera Selatan dan Jambi.

"Sedangkan  pelaku perseorangan berinisial UB (46 tahun) ditetapkan menjadi tersangka atas  kasus pembakaran lahan seluas 274 Ha," ungkap Rasio.

Baca Lainnya : Tertangkap Tangan Bakar 274 Hektare Lahan, Pria ini Terancam Kurungan dengan Denda Miliaran Rupiah  

Rasio menjelaskan, sampai saat hari Jumat (16/8/2019), telah melayangkan 110 surat peringatan kepada perusahaan untuk segera melakukan pecegahan dan penanggulangan kebakaran di mana di dalam perusahaan Tersebut terdapat titik panas (hotspot). 26 surat peringatan lainnya masih dalam tahap proses pengiriman.

Surat peringatan tersebut, tambah Rasio, dikirim berdasarkan deteksi titik panas yang dipantau dari NASA, LAPAN dan SIPONGI dengan tingkat keakuratan lebih dari 80 persen. Hasil deteksi panas tersebut,  dikomparasi dengan overlay kawasan hutan dan lahan gambut dengan overlay izin pelepasan usaha, izin konsesi dan HGU  

"Surat pengiriman yang paling banyak ada di Kalimantan Barat sebanyak 48 lokasi dan Riau sebanyak 32 lokasi," tambah Rasio.

Baca Lainnya : KLHK Segel 10 Lokasi Karhutla MIlik Korporasi di Kalimantan Barat

Sebelumnya, pada tahun 2015, KLHK lebih mendorong upaya penerapan sanksi administratif dan perdata. Sanksi tersebut  masih berupa paksaan pemerintah, pembekuan, pencabutan izin, dan ganti rugi pemulihan.  Dua hal itu dilakukan karena waktu itu upaya yang didorong KLHK lebih kepada tindakan preventif.

Tetapi instrumen  hukum pidana juga akan dibelakukan pada tahun 2019 ini karena  meningkatnya titik panas di sejumlah lokasi. Sanksi pidana akan diterapkan pada korporasi maupun perorangan.

"Kami tegaskan lagi bahwa kami akan menindak dengan tegas dengan penerapan pasal berlapis untuk pelaku pembakaran hutan," ucapnya lagi. 

Sementara itu, Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles Panjaitan membeberkan  pada periode bulan Januari sampai Juli 2019 total luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 135.747 hektare. Dari catatan tersebut 31.002 hektar berada di lahan gambut, dan  104.746 hektar di lahan tanah mineral. 

"Di gambut 31.002 hektar, sedangkan di lahan tanah mineral 104.746 hektar," ucap Raffles. 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Upaya Outreach Sawit Indonesia Berkelanjutan di Slowakia

Peristiwa   16 Des 2019 - 09:20 WIB
Bagikan:          
Bagikan: