9 Terdakwa Penyeludup 28 Burung Dilindungi Divonis 8 Bulan Penjara

TrubusNews
Thomas Aquinus
16 Agu 2019   07:30 WIB

Komentar
9 Terdakwa Penyeludup 28 Burung Dilindungi Divonis 8 Bulan Penjara

9 terdakwa penyeludup 28 burung dilindungi (Foto : Trubus.id/Kontributor Reza P)

Trubus.id -- Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis hukuman penjara 8 bulan kepada 9 terdakwa penyeludup 28 ekor burung dilindungi. 9 terdakwa terdiri dari 1 nakhoda dan 8 Anak Buah Kapal (ABK).

Mereka adalah Zulkifli Nasution (nakhoda kapal), Dedi Mart Handra Butarbutar, Muhammad Saiful, Muhammad Siddik, Ismail, Aditya San Prayoga, Muhammad Ilham Ramadhan, Umar Effendi, dan Joshua Fransciskus Hutabarat.

“Selain hukuman penjara, para terdakwa dibebankan masing-masing membayar denda sebesar Rp 5 juta subsider 2 bulan kurungan,” ucap ketua majelis hakim, Riana Pohan, Kamis (15/8).

Baca Lainnya : Bunuh Burung Terancam Punah, 2 Pria Mabuk jadi Bulan-bulanan Warga

Para terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan perbuatan sebagaimana yang diatur dalam  Pasal 21 ayat (2) huruf a dan c jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa jo Permen LHK Nomor 106 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sani Sianturi. JPU sebelumnya meminta agar para terdakwa dijatuhi hukuman 10 bulan penjara. Baik terdakwa maupun JPU masih menyatakan pikir-pikir.

Baca Lainnya : 129 Spesies Burung Hidup di Jakarta

Dakwaan menyebutkan, 4 Februari 2019 pukul 14.00 WIB terdakwa Zulkifli Nasution sebagai nakhoda kapal bersama 8 ABK berangkat dari Pelabuhan Belawan menuju Maluku menggunakan Kapal Tug Boat Kenari Djaja milik perusahaan PT Tjipta Rimba Djaja.

Tiba di Maluku 22 Februari 2019 pukul 17.00 WIT. Dilakukan pemuatan kayu log sekitar 1 minggu oleh operator PT Tjipta Rimba Djaja dan buruh yang berada di Maluku.

Sebelum kembali ke Belawan, mereka ditawari masyarakat kampung Wailanga untuk membeli burung. Ada juga masyarakat yang menawari burung dengan datang ke kapal.

Baca Lainnya : FAO Apresiasi Keberhasilan Kementan dalam Mengendalikan dan Menanggulangi Flu Burung

Satwa dilindungi tersebut dibeli dengan harga bervariasi. Paling mahal 1 ekor burung Kakatua Jambul Kuning seharga Rp 2 juta, dan 1 ekor Kasturi Kepala Hitam seharga Rp 500 ribu. Burung-burung yang dibeli para terdakwa dari masyarakat dibawa ke Kapal Tug Boat Kenari Djaja.

Kapal berangkat dari Maluku menuju perairan Belawan. Sesampainya di perairan Belawan, koordinat N 03O52’48”/E 098O46’40” Sabtu 13 April 2019 pukul 22.00 WIB, petugas Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan.

Ditemukan 28 ekor burung dilindungi undang-undang. Tujuan terdakwa membeli burung-burung tersebut untuk dipelihara sendiri dan tidak untuk diperjual belikan. Tetapi terdakwa tidak memiliki dokumen atau izin untuk mengangkut satwa tersebut. [RP/NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Evakuasi 188 WNI Kru Kapal World Dream Dilakukan Hari Ini

Peristiwa   26 Feb 2020 - 10:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan: