KKP Serahkan Bantuan Senilai Rp2,5 Miliar di Kepulauan Riau

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
15 Agu 2019   11:30

Komentar
KKP Serahkan Bantuan Senilai Rp2,5 Miliar di Kepulauan Riau

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikana (KKP) Slamet Soebjakto saat memberikan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima bantuan di kawasan wisata Dendang Melayu Jembatan 1 Barelang, Batam pada Rabu (14/8/2019). (Foto : KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggulirkan bantuan sarana serta permodalan usaha untuk mendukung sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (14/8/2019). Bantuan bernilai sekitar Rp2,5 miliar diberikan kepada pembudidaya ikan, nelayan, pengolah ikan, dan petambak garam dari Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan bantuan yang diberikan berupa input produksi budidaya ikan (benih ikan), paket budidaya ikan sistem bioflok, bantuan kapal < 5 GT, bantuan alat penangkap ikan, asuransi nelayan, fasilitas pembiayaan melalui kredit lunak Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP), sarana dan prasarana rantai dingin (ice flake machine dan chest freezer), dan beasiswa bagi anak pelaku utama.

“KKP telah memberikan dukungan kegiatan strategis yang secara konkrit langsung menyentuh pelaku utama perikanan. Dan ini telah berdampak positif terhadap perbaikan struktur ekonomi masyarakat, khususnya terkait dengan peningkatan pendapatan, daya beli, dan penguatan kapasitas usaha," kata Slamet dalam keterangan tertulis. 

Baca Lainnya : KKP Tangkap 2 Kapal Perikanan Filipina di Sulawesi, 9 Rumpon Dibongkar

Slamet menyampaikan bahwa selama 4 (empat) tahun terakhir ini kinerja sektor kelautan dan perikanan menunjukkan capaian yang positif. Secara makro, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan (berdasarkan harga konstan) tahun 2018 sebesar Rp238,64 triliun atau naik 5,2% dibanding tahun 2017 yang senilai Rp226,85 triliun. Di samping itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) sektor perikanan juga naik signifikan dari semula di tahun 2014 hanya sebesar Rp267 miliar menjadi Rp557 miliar hingga November 2018.

“Indikator keberhasilan lainnya yakni pencapaian nilai tukar nelayan (NTN) dan nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi). Bulan Juni 2019 NTN tercatat sebesar 132,92 atau naik 2,95% dibanding bulan yang sama tahun 2018 yang mencapai 129,31. Begitupula NTPi bulan Juni 2019 tercatat sebesar 134,42 atau naik 2,83% dibanding bulan yang sama tahun 2018 yang mencapai 130,71," papar Slamet.

Capaian positif nilai NTN dan NTPi Ini, TambahnSlamet, mengindikasikan adanya peningkatan daya beli yang dipicu oleh  kenaikan pendapatan usaha di atas ambang batas kelayakan ekonomi. Angka ini juga akan memicu naiknya nilai saving rate untuk re-investasi, sehingga mendorong kapasitas usaha nelayan dan pembudidaya ikan yang lebih kuat.

Kinerja lainnya yakni peningkatan pendapatan nelayan dan pembudidaya ikan. Khusus untuk pembudidaya ikan, rata-rata nilai pendapatan secara nasional tahun 2018 sebesar Rp3,38 juta per bulan atau naik 13,04% dibanding tahun 2015 yang mencapai Rp2,99 juta per bulan. Angka pendapatan ini jauh melampaui rata-rata UMR nasional yang hanya Rp2,25 juta per bulan.

Baca Lainnya : Tepis Persulit Izin, KKP Ungkap Mark Down Ukuran Kapal Perikanan Marak Dilakukan Pengusaha

“KKP terus mendorong berbagai program kebijakan yang diarahkan dalam rangka menjaga kedaulatan, mengoptimalkan sumber daya secara berkelanjutan, dan pemanfaatan nilai ekonomi yang secara langsung menyentuh stakeholder utama untuk memberikan efek positif terhadap peningkatan kesejahteraan,” tegas Slamet.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: