KLHK Segel 10 Lokasi Karhutla MIlik Korporasi di Kalimantan Barat

TrubusNews
Binsar Marulitua
15 Agu 2019   09:55 WIB

Komentar
KLHK Segel  10 Lokasi Karhutla MIlik Korporasi  di Kalimantan Barat

Petugas Gakkum KLHK memasang papan larangan melakukan aktivitas di area konsesi milik salah satu korporasi di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat Selasa (13/8/2019). (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK (Ditjen Gakkum) KHLK, Selasa (13/8/2019) kembali menyegel 3 lokasi lahan terbakar di areal konsesi PT MSL di Kabupaten Mempawah, PT. TAS dan PT. SPAS Kabupaten Ketapang. Total lahan terbakar yang disegel 200 Hektare (ha).

Pekan yang lalu, Gakkum KLHK telah juga menyegel lahan terbakar milik 7 perusahaan perkebunan dan HTI

“Saat ini kami sudah memberikan surat peringatan kepada 58 pimpinan perusahaan yang lokasinya terindikasi ada hotspot. Kami telah menugaskan para pengawas, penyidik dan tim SPORC untuk menindak para pembakar lahan. Korporasi yang terlibat karhutla harus dihukum seberat-beratnya,” kata Rasio Ridho Sani dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (15/8/2019). 

Menurut Komandan Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Kalimantan Barat, Hari Novianto Karhutla sudah terjadi seminggu yang lalu dan masih berlangsung sampai hari ini. 

Kebakaran lahan di areal konsesi IUPHHK-HTI milik PT. MSL, di Kabupaten Mempawah, mencapai luas 40 ha.  Di lokasi  lainnya , yakni konsesi PT. TAS, Kecamatan Tanjung Baik Budi, Kabupaten Ketapang mencapai 100 ha. 

Selain itu kebakaran lahan di konsesi PT SPAS, di Kecamatan Sungai Putri, Kabupaten Ketapang, mencapai 60 ha. 

Tim Verifikasi Gakkum KLHK memasang papan segel di lahan konsesi perusahaan yang terbakar, sehingga perusahaan tidak bisa memanfaatkan lahan itu untuk aktivitas usaha.

“Kami sudah memanggil wakil 7 perusahaan yang lahannya sudah disegel sebelumnya untuk meminta klarifikasi terkait adanya kebakaran di areal perusahaan-perusahaan itu,” Hari Novianto menambahkan.

Baca Lainnya : Atasi Karhutla Riau, Menteri LHK Dorong Penegakan Hukum Diperketat

Beberapa waktu yang lalu, penyidik KLHK menetapkan UB sebagai tersangka pembakar lahan seluas 270 ha di Kubu Raya, Kalimantan Barat. 

Balai Gakkum KLHK Kalimantan melalui fasilitas intelligence room di Pontianak setiap saat selama 24 jam per hari, 7 hari per minggu, memantau titik api dan kebakaran hutan dan lahan terutama di areal perizinan perkebunan kelapa sawit, IUPHHK-HTI, dan IUPHHK-HA, di Kalimantan Barat.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi menyatakan bahwa Informasi Hotspot dari pantauan Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ?80% tanggal 13 Agustus 2019 pada pukul 20.00 WIB di Provinsi Kalimantan Barat terpantau sebanyak 18 titik di Kabupaten Sanggau, Landak, Kapaus Hulu, Ketapang, Kubu Raya.

Sedangkan Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ? 79 % per jam 20.00 WIB di Provinsi Kalimantan Barat, terdapat sebanyak 54 titik di Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Pontianak, Sambas, Sanggau, Sintang, sehingga perusahaan dan masyarakat masih perlu pencegahan terjadinya kebakaran lahan miliknya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: