Tuntutan Keakuratan Data Sangat Diperlukan Untuk Wujudkan Perikanan Berkelanjutan

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Agu 2019   17:00 WIB

Komentar
Tuntutan Keakuratan Data  Sangat Diperlukan Untuk Wujudkan Perikanan Berkelanjutan

Suasana diskusi (Foto : Dokumentasi KKP)

Trubus.id -- Direktorat Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya memperbaiki sistem pendataan melalui sistem logbook penangkapan ikan. Hal tersebut dilakukan untuk memperbaiki kualitas data produksi perikanan dalam upaya mewujudkan praktik perikanan yang berkelanjutan. 

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar mengatakan bahwa selama puluhan tahun ketersediaan data kurang bisa diandalkan. Padahal tuntutan data handal dan akurat sudah menjadi tuntutan pasar. 

"Perbaikan data ini menjadi penting sebab terkait dengan ketertulusuran hasil tangkapan bagi pasar, manfaat dan rencana bisnis bagi pelaku usaha, dan juga tata kelola perikanan bagi pemerintah," kata Zulficar di acara final consultative workhop on electronic and small scale fishing logbook development di Bogor pada Selasa, 13 Agustus 2019. 

Dalam kesempatan tersebut, Zulficar juga mengingatkan bahwa aplikasi logbook bertujuan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang akurat, up to date dan objektif. Acara Workshop ini merupakan salah satu bentuk dukungan proyek SEA-USAID dalam memperkuat implementasi logbook penangkapan.

"Data logbook akan menjadi input dalam alokasi sumberdaya ikan dan usaha penangkapan ikan, mengetahui produktivitas kapal dan penangkapan ikan, serta pelaporan data ke RFMO" tuturnya.

Baca Lainnya : KKP Tangkap 2 Kapal Perikanan Filipina di Sulawesi, 9 Rumpon Dibongkar

Sementara itu, Plt. Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Syahril Abdul Raup menguraikan bahwa sejak tahun lalu, sistem logbook telah diperbaiki dengan penerapan e-logbook. Pembaruan ini dimaksudkan agar jangkauan penerapan logbook bisa mencapai kapal dengan ukuran dibawah 30 GT. 

"Selama ini kita fokus ke kapal perikanan dengan izin pusat, tapi dengan sistem e-logbook, kami berharap akan dapat menjangkau nelayan kecil yang selama ini datanya nyaris tidak tercatat. DJPT pada tahun ini menargetkan 10.000 kapal akan menerapkan sistem logbook," ujarnya. 

Pada kesempatan lain,  peneliti senior DFW-Indonesia, Muh Nazruddin mengapresiasi upaya KKP dalam memperbaiki data hasil tangkapan. DFW-Indonesia menduga selain praktik IUU fishing, kegiatan perikanan di Indonesia juga diwarnai dengan praktik under-reported dimana pelaku usaha melaporkan hasil tangkapan dibawah nilai yang sesungguhnya ditangkap.

Baca Lainnya : Tepis Persulit Izin, KKP Ungkap Mark Down Ukuran Kapal Perikanan Marak Dilakukan Pengusaha

Nazruddin menambahkan tantangan penerapan e-logbook adalah penerimaan nelayan dan pelaku usaha pada regulasi ini dan mereka mau menerapkannya secara sukarela. 

"Perlu ada strategi komunikasi dan sosialisasi atas regulasi logbook dan penjelasan kepada pelaku apa manfaat manajemen yang mereka dapatkan jika melaporkan data melalui logbook," tutup Nazruddin.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Indonesia Jadi Contoh Negara Lain Manfaatkan Biodiesel

Peristiwa   09 Des 2019 - 17:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: