Kebocoran Kilang Minyak Pertamina Masih Berlangsung, Pemasangan Static Oil Boom Capai 5.850 Meter.

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Agu 2019   13:30 WIB

Komentar
Kebocoran Kilang Minyak Pertamina Masih Berlangsung, Pemasangan Static Oil Boom  Capai 5.850 Meter.

Kapal petugas PT. Pertamina melakukan penanganan tumpahan minyak di anjungan YY pemboran sumur YYA-1 menggunakan mStatic Boom (Mooring Bouy). Tujuan teknis penanganaan tersebut untuk menghadang oil spill dari sumber utama menyebar ke tepi pantai (Foto : PT .Pertamina)

Trubus.id -- Semburan minyak dan gelembung gas dari bawah laut sumur pengeboran YYA-1 milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) area kerja Offshore North West Java (ONWJ), masih berlangsung hingga Rabu (14/8/2019). 

Pertamina Hulu Energi (PHE)  terus berupaya optimal menangani tumpahan minyak dengan melakukan proteksi berlapis untuk menahan tumpahan minyak agar maksimal tertangani di lautan.

Untuk itu penanganan tumpahan minyak dengan melakukan isolasi penuh di sekitar anjungan terus diitensifkan sehingga seluruhnya sudah dikelilingi static oil boom.  

"Kecuali pintu untuk lalu lintas kapal penyedot minyak," jelas VP Relations PHE,  Ifki Sukarya di Jakarta, Rabu (14/8/2019). 

Baca Lainnya : Sudah 1.636 Hektare Tambak Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina, KKP Sarankan Pembudidaya Panen Total

Ia menyatakan PHE ONWJ telah meningkatkan jumlah static oil boom hingga dua kali lipat lebih dari sebelumnya 2.450 meter menjadi 3.500 meter dan kini mencapai 5.850 meter.

Jumlah ini terdiri Static Oil Boom untuk menghadang di sumber utama dan Moveable Oil Boom untuk menghadang Oil Spill yang lepas dari sumber utama.

“Dalam penanganan oil spill, kita fokus agar semaksimal mungkin seluruh oil spill bisa disedot dan diatasi di lautan, sehingga tidak ada oil spill yang mencempari pantai. Atau walaupun ada yang lolos jumlahnya ditekan seminimal mungkin,” terang Ifki.

Baca Lainnya : Opsi Pengeboran Sumur Baru Dilakukan Pertamina Hentikan Kebocoran Minyak

Untuk menangani oil spill di lautan, lanjut Ifki, PHE ONWJ terus menyiagakan 4 unit oil skimmer dan 44 kapal untuk combat oil spill, penampungan sementara, patrol & standby firefighting. 

Menurut Ifki, dengan penanganan yang intensif ini, total kumulatif oil spill yang  berhasil diangkat mencapai 876.430 liter.

“Rata-rata jumlah oil spill per hari sekitar 400 – 500 barel, jumlah ini jauh lebih kecil dari asumsi produksi awal yang diperkirakan maksimal 3.000 barrel,” imbuh Ifki. 

Penyebab adanya gelembung gas masih dipenuhi spekulasi, seperti berasal dari kesalahan casing sumur. Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan masih mengumpulkan data-data serta memerlukan waktu untuk melakukan simulasi.

Terjadinya gelembung gas dan semburan minyak di Sumur YYA-1, Proyek YY Blok ONWJ, baru bisa diketahui 3 hingga 6 bulan setelah kejadian.

"Target kami dalam 3 sampai 6 bulan ketemu lah penyebab gelembung gas. Pengalaman ini kami sebarkan ke [kontraktor kontrak kerja sama lain agar memastikan prosedur untuk memperkecil human error," tuturnya di kantor Kementerian ESDM, Senin (12/8/2019).


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: