Lewat Pemantauan Udara, Menteri LHK Sebut Taman Nasional Tesso Nillo Terbakar Parah

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Agu 2019   11:30 WIB

Komentar
Lewat Pemantauan Udara, Menteri LHK  Sebut Taman Nasional Tesso  Nillo  Terbakar Parah

Rabu peringatan daerah perlintasan gajah dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Riau. (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar melakukan kontrol pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, Selasa (13/8/2019). Dalam tinjauan tersebut turut didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo.

Salah satu kawasan kebakaran hutan yang menjadi sorotan Menteri Siti adalah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan, Provinsi Riau. Ia menyebut kebakaran cukup parah setelah melakukan pemantauan menggunakan helikopter. 

"Wilayah buffer/penyangga TNTN sudah mulai terbakar dan bukan tidak mungkin karhutla akan mencapai wilayah zona inti TNTN. Untuk itu  bersama Pemerintah Daerah, TNI, Polri akan segera menerapkan penegakan hukum disana," jelas Menteri Siti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (14/8/2019) malam.

Menteri Siti menjelaskan  aspek paling utama itu adalah law enforcement atau penegakan hukum dan kita juga sudah punya petanya kepemilikan  lahan 3.000 Ha.
Baca Lainnya : Karhutla 6 Provinsi, Mabes Polri Catat 60 Orang dan 1 Korporasi Tersangka

Menteri Siti menambahkan terlepas kasus karhutla, langkah penegakan hukum di TNTN akibat perambahan kawasan taman nasional hanya kurang di aspek dukungan administratif yang harus disusun bersama dengan pemerintah daerah setempat.

"kemarin agak terhambat karena ada proses terkait dengan peraturan daerah sekarang sedang diselesaikan persoalan-persoalan terkait peraturan daerah ini," imbuh Menteri Siti.

Menteri LHK Siti Nurbaya didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo saat  melakukan kontrol pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, Selasa (13/8/2019)

Penyelesaian masalah TNTN ini harus mempertimbangkan banyak hal karena masyarakat yang tinggal di dalam kawasan TNTN cukup banyak. KLHK dan Pemda setempat harus cermat agar permasalahan TNTN tidak semakin pelik. 

"Kita juga tahu ada hampir 8.000 lebih kepala keluarga yang harus ditata, kita juga sudah tahu di dalam itu sudah ada zona-zona, blok-blok dari kelompok-kelompok dan sebagainya itu semua sudah kita dalami. Dan bersama Pak Gubernur kita siapkan untuk penyelesaiannya," ujar Menteri Siti. 

Baca Lainnya : Jokowi Malu Karhutla Jadi Berita Utama di Malaysia dan Singapura

TNTN adalah kawasan konservasi, yang salah satunya berfungsi sebagai habitat asli satwa endemik gajah sumatera (elephas maximus sumatranus). Awalnya, luas TN Tesso Nilo adalah 38.576 hektare berdasarkan surat keputusan menhut No.255/Menhut-II/2004.

Kemudian kawasan konservasi itu diperluas menjadi 83.068 ha dengan memasukkan areal hutan produksi terbatas yang berada di sisinya, berdasarkan SK No.663/Menhut-II/2009. 

Tetapi, kerusakan yang terjadi di kawasan itu akibat perambahan sudah sangat masif yang mengubah bentang alam hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: