Hilangkan Mikroplastik dari Air, Temuan Remaja Irlandia Ini Menangkan Google Science Fair 

TrubusNews
Syahroni
14 Agu 2019   06:00 WIB

Komentar
Hilangkan Mikroplastik dari Air, Temuan Remaja Irlandia Ini Menangkan Google Science Fair 

Ilustrasi mikroplastik di dalam air. (Foto : Mitte )

Trubus.id -- Google Science Fair diluncurkan pada tahun 2011 sebagai cara untuk menantang siswa di seluruh dunia untuk mencari solusi untuk beberapa masalah terbesar di dunia. Tahun ini, pemenang berfokus pada masalah yang masih diupayakan untuk ditangani: mikroplastik.

Fionn Ferreira, seorang mahasiswa asal Irlandia berusia 18 tahun, mendapatkan hadiah US$50.000 dari ajang tersebut. Melalui keinginan sederhananya untuk membantu planet ini, dia berhasil melakukan inovasi baru menangani masalah ini. Dia adalah salah satu dari 24 finalis dari 14 negara yang pergi ke kantor pusat Google untuk mempresentasikan proyeknya.

Ferreira dari West Cork, Irlandia, mengembangkan pendekatan baru untuk mengekstraksi mikroplastik dari air, dengan tujuan yang lebih besar untuk menciptakan metode untuk membersihkan lautan kita.

Berikut adalah demonstrasi Ferreira tentang bagaimana ia menggunakan ferrofluid (minyak dan magnetit) dan magnet untuk membersihkan sampel air.

Di luar ilmu pengetahuan, Ferreira menjelaskan motivasinya untuk proyek ini berasal dari latar belakangnya yang tumbuh di dekat pantai dan kecintaannya pada alam. Dia menguji 10 jenis suspensi mikroplastik dan menemukan bahwa dia dapat menghilangkan 85 persen atau lebih dari konten mikroplastik dalam sampelnya.

Pada akhirnya, pengurangan jumlah plastik yang digunakan dunia setiap hari adalah solusi terbaik, tetapi proyek ini membuktikan ada cara-cara baru dan kreatif untuk membersihkan air yang sudah tercemar.

Anggota parlemen di Irlandia saat ini memiliki rencana untuk memperkenalkan undang-undang yang akan melarang penjualan, pembuatan, impor dan ekspor produk yang mengandung mikroplastik.

Atas upayanya, Ferreira dianugerahi US$50.000 dalam bentuk beasiswa. Dia ingin belajar kimia atau teknik kimia di Irlandia atau di Eropa. Dia saat ini bekerja sebagai kurator di Planetarium Schull setempat, fasih dalam tiga bahasa, merupakan pemain trompet yang andal, dan telah memenangkan 12 penghargaan sains.

Seperti yang dia jelaskan di halaman proyeknya, ini adalah langkah selanjutnya dari proses yang membuka pintu: "... memenangkan hadiah akan memberi proyek saya lebih banyak perhatian dan membiarkannya tumbuh dengan bimbingan untuk menyelesaikan masalah nyata di Bumi. Tidak ada hal lain yang saya inginkan selain melihat proyek dan ide saya bisa diaplikasikan pada kehidupan nyata."

Semoga ilmuwan muda di tanah air bisa muncul juga sebagai pemenang di Google Science Fair berikutnya, ya. Dan sebagaimana seruan kepada para ilmuwan muda mengingatkan kita, setiap ide hebat dimulai di suatu tempat. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

7 Pesan Jokowi kepada Kabinet Indonesia Maju

Peristiwa   23 Okt 2019 - 17:58 WIB
Bagikan: