Ungkap Fakta, BMKG Jelaskan Sesar Aktif Lebih Merusak Ketimbang Megathrust

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Agu 2019   01:00 WIB

Komentar
Ungkap Fakta, BMKG Jelaskan Sesar Aktif Lebih Merusak Ketimbang Megathrust

Ilustrasi perbandingan sumber gempa sesar aktif dan megathrust (Foto : Daryono, BMKG)

Trubus.id -- Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan, megathrust bukan satu-satunya sumber gempa yang patut ditakuti dan diwaspadai. Sumber gempa dari sesar aktif seharusnya lebih diwaspadai karena keberadaanya yang berdekatan dengan tempat tinggal sebagian besar masyarakat Indonesia. 

"Sumber gempa lain yang bersumber dari sesar aktif juga seharusnya lebih diwaspadai karena keberadaanya yang berdekatan dengan tempat tinggal kita. Sementara sumber gempa megathrust lokasinya malah lebih jauh di tengah lautan," jelas Daryono di Jakarta, Selasa (14/8/2019) malam. 

Baca Lainnya : Curah Hujan Minim Seminggu ke Depan, BMKG Imbau Warga Kalteng Waspada Karhutla

Daryono mengungkapkan, ditinjau dari frekuensi kejadian gempa merusak, maka sumber gempa sesar aktif lebih sering terjadi dan menimbulkan kerusakan dan korban jiwa daripada sumber gempa megathrust yang sebenarnya lebih jarang terjadi. 

Buku Pusgen (2017) menyebutkan sumber gempa segmen megathrust berjumlah 16 segmen, sementara jumlah segmen sesar aktif kita mencapai lebih dari 295 sesar aktif.

Beberapa gempa yang berpusat di darat seperti Gempa Yogyakarta 2006, Gempa Pidie Jaya 2016, Gempa Lombok dan Gempa Palu 2018 terbukti menimbulkan kerusakan yang hebat.

Baca Lainnya : Tidak Bisa Diprediksi, BMKG Kembali Minta Masyarakat Tenang Hadapi Isu Megathrust
 
"Gempa tersebut menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan kerugian sangat besar,"ucapnya. 
 
Ia menjelaskan gempa tersebut dipicu oleh sumber gempa sesar aktif, bukan dari sumber gempa megathrust. Untuk itu marilah kita bersikap adil dalam menilai sumber gempa, bahwa ancaman sumber gempa sesar aktif ternyata tidak kalah jika dibandingkan dengan sumber gempa megathrust.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: