Kepala BNPB Minta Polri Lebih Berani Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Agu 2019   11:00 WIB

Komentar
Kepala BNPB Minta Polri Lebih Berani Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan

Kepala BNPB Doni Monardo (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa 99 persen kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi akibat ulah manusia.

Untuk itu, Doni Monardo meminta Polri lebih berani menegakkan hukum dan menindak lebih tegas para pelaku pembakaran hutan. Diakui Doni, selama ini penindakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan dinilai belum maksimal.

“Solusi pengendalian kebakaran hutan dan lahan, terutama di provinsi rawan seperti Riau, adalah dengan melaksanakan operasi yang melibatkan pasukan gabungan yang ditempatkan di wilayah yang sering terjadi bencana,” kata Doni melalui siaran persnya, Selasa (13/8) mengutip Antaranews.

Baca Lainnya : Kepala BNPB bersama Menteri LHK, Kapolri dan Panglima TNI Pantau Langsung Karhutla di Riau

Doni mengatakan, pasukan gabungan tersebut bertugas melakukan pencegahan, penggalangan, dan ketertiban. “Satuan tugas harus membina dengan menyentuh hati masyarakat agar tidak membakar hutan," tambahnya.

Sementara itu, upaya lain untuk mencegah pembakaran hutan dan lahan yakni dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama ini baik BNPB ataupun instansi pemerintahan lainnya secara terus menerus membagikan bibit-bibit tanaman yang bernilai ekonomi untuk ditanam oleh masyarakat.

Sebelumnya diketahui, Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyambangi Riau untuk memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Senin (12/8).

Baca Lainnya : Karhutla 6 Provinsi, Mabes Polri Catat 60 Orang dan 1 Korporasi Tersangka

Pada kunjungannya tersebut Kapolri Tito Karnavian menyatakan akan menindak para pemain yang kerap membakar hutan.

"Siapa saja berhak tangkap tangan pelaku pembakaran untuk kemudian diserahkan kepada polisi," tegas Tito. [NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: