Water Bombing Belum Tuntaskan Kebakaran Hutan Gunung Ciremai, Cuaca Jadi Kendala

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 Agu 2019   21:45

Komentar
Water Bombing Belum Tuntaskan Kebakaran Hutan Gunung Ciremai, Cuaca Jadi Kendala

Peta lokasi area terdampak kebakaran hutan dan lahan Gunung Ciremai (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu titik api di hutan Gunung Ciremai belum padam hingga Senin (12/8/2019) sore, pukul 17.00 WIB. Titik api teridentifikasi berlokasi di sebelah atas Blok Sanghiyang Rangka, jalur pendakian Apuy.

Kepala Harian, Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo melaporkan, Tim pemadam kebakan yang berangkat dari basecamp Apuy berjumlah 20 orang merupakan bagian dari tim gabungan yang dibentuk untuk pemadaman api di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). 

"Tim pos taktis Sanghiyang Ropoh memulai kegiatan pemadaman pukul 06.00 WIB secara manual di 2 titik api yang berada di sebelah atas Blok Sanghiyang Ropoh dan api berhasil di padamkan pada pukul 15.00 WIB," jelas Agus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (12/8/2019).  

Baca Lainnya : Karhutla 6 Provinsi, Mabes Polri Catat 60 Orang dan 1 Korporasi Tersangka

Agus menjelaskan, memastikan operasi pemadaman berlangsung, Pos Komando (Posko) Palutungan melakukan pengiriman logistik secara estafet untuk tim pos taktis lapangan di Blok Sanghiyang Ropoh dan tambahan personel lapangan. 

Sedangkan dukungan udara, helikopter yang mampu membawa 4.000 liter air dalam bucket ini belum secara optimal membantu pemadaman. Helikopter jenis Bell 412 yang terbang pukul 17.00 WIB hari ini (12/8/2019) tidak memungkinkan pengeboman atau water-bombing. Kondisi cuaca memaksa helikopter mendarat dan siaga di helipad Patulungan.

"Helikopter dioperasikan pada esok hari, Selasa (13/8/2019). Pemadaman akan dilakukan pada pukul 08.00 - 11.00 WIB dengan memperhatikan faktor cuaca," jelasnya. 

Selain terkendala angin yang berubah setiap saat, lanjut Agus, beberapa tantangan di hadapi personel pemadaman. Faktor kawasan terbakar yang berada di atas ketinggian menyulitkan untuk pemadaman secara manual. 

Selain itu, angin kencang memicu loncatan bara api ke tempat lain. Hal tersebut ditambah lagi sumber daya manusia  dan sarana-prasarana terbatas.

Baca Lainnya : Sambangi Lahan Gambut Riau, Kapolri dan Panglima TNI Kontrol Pemadaman Karhutla

Personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan TNGC sebanyak 125 orang (70 orang di lapangan dan 45 orang di Posko Palutungan) berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, MPGC Palutungan, Tim Apuy, masyarakat dan sukarelawan yang tersebar di pos lapangan, pos taktis lapangan, pos pantauan dan pos pengamanan logistik. BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat terus melakukan pendampingan penanganan kebakaran tersebut.

"Luasan kawasan terbakar mencapai 371 ha; kawasan yang terpapar berada pada ketinggian  2.600 - 3.078 m dpl," tambahnya. 

Kebakaran yang terlihat pada awal mula terjadi di blok Gua Walet, puncak Gunung Ciremai, Kelurahan Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Asap termonitor pada Rabu (7/8/2019), pukul 15.10 WIB dari wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: