Sambangi Lahan Gambut Riau, Kapolri dan Panglima TNI Kontrol Pemadaman Karhutla

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 Agu 2019   16:30

Komentar
Sambangi Lahan Gambut Riau, Kapolri dan Panglima TNI Kontrol Pemadaman Karhutla

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan lahan di lahan gambut (Foto : Trubus.id/Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bertolak ke Riau untuk meninjau langsung penaganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Senin (12/8/2019) sore. Keduanya dijadwalkan turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan pada Selasa (13/8/2019).

"Pak Kapolri dan Panglima mengontrol sejauh mana implementasi  instruksi pimpinan dan perencannaan sampai sumber daya. Besok rencana kegiatannya memberikan pengarahan kepada satgas karhutla daerah setempat. Yang kedua langsung meninjau lokasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Palalawan, Riau," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).

Baca Lainnya : Geram Karhutla Berulang, Jokowi Ancam Pecat Pangdam dan Kapolda

Tito dan Hadi, lanjut Dedi, juga akan mengendalikan proses mitigasi kebakaran lahan dan hutan di Riau yang menjadi sasaran prioritas utama. Ia menjelaskan, Riau menjadi tujuan pertama karena di sana pembakaran terjadi cukup masif dan luas dan menjadi 7 sasaran Polda lain. 

"Tempat Kejadian Perkara (TKP) cukup jauh, nanti menggunakan heli dari TNI," tambahnya. 

Kemudian dari helipad menuju TKP harus menggunakan kendaraan roda empat atau pun roda dua sekitar 40 menit. Dari titik itu kemudian baru bergerak dengan jalan kaki. Karena itu wilayahnya gambut, jadi kalau kendaraan bermotor itu akan ambles maka harus jalan kaki sekitar 2 kilometer ke tempat kebakaran hutan," jelas dia.

Menurut Dedi, prioritas utama satgas karhutla saat ini adalah upaya pemadaman di kawasan Riau. Untuk itu, Kapolri Tito dan Panglima TNI Hadi langsung mengendalikan proses mitigasu dan penanganan di TKP.

"Di sana (Riau) cukup masif dan luas terjadi karhutla. Kalau di Kalteng maupun Kalbar dari titik hotspot memang ada peningkatan, tapi lebih banyak kecil-kecil. Artinya bahwa pelahan tradisional yang membuka lahan. Kalau di riau sudah ada korporasi sebagai tersangka," Dedi menandaskan.

Baca Lainnya : Tertangkap Tangan Bakar 274 Hektare Lahan, Pria ini Terancam Kurungan dengan Denda Miliaran Rupiah

Hingga kini lahan seluas 204,9 hektare ludes terbakar di Riau. "Sementara, Kalau di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, meski titik hotspot ada peningkatan cuma lebih kecil," kata Dedi.

Untuk di Riau, polisi sudah menetapkan satu tersangka korporasi yakni PT Sumber Sawit Sejahtera dan 20 tersangka individu.

Meski sudah menjadi tersangka korporasi, Kepolisian Daerah Riau belum menahan siapa pun dari pihak perusahaan akibat dugaan kelalaian sehingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan ini. Sejumlah petinggi perusahaan mulai dari direktur utama hingga pimpinan perusahaan lainnya sudah dimintai keterangan.

"15 orang dimintai keterangan. Dari direksi, kemudian layer di bawahnya sampai karyawan," ucap Dedi.

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 12 Agu 2019 - 19:52

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: