Kemendikbud Hadirkan Tari Semikolosal dari Sumatera Saat Peringatan HUT ke-74 RI di Istana Merdeka

TrubusNews
Thomas Aquinus
12 Agu 2019   17:00 WIB

Komentar
Kemendikbud Hadirkan Tari Semikolosal dari Sumatera Saat  Peringatan HUT ke-74 RI di Istana Merdeka

Latihan tari semikolosal yang akan ditampilkan saat HUT RI ke-74 di Istana Merdeka (Foto : Dok Kemendikbud)

Trubus.id -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Sanggar Bharata Muda melatih seratus penari terbaik dari SMP, SMA, dan perguruan tinggi di Jakarta untuk memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-74 RI di Istana Merdeka, Jakarta. Sebelumnya, pelatihan ini sudah dimulai sejak 2 Agustus 2019 lalu.

Tahun ini konsep tari yang akan ditampilkan adalah Mataya Swarnadwipa. Mataya Swarnadwipa sendiri berarti tarian dari Sumatera.

“Mataya Swarnadwipa merupakan untaian garapan tari sebagai ungkapan ekspresi budaya dari bumi Sumatera," ujar Teguh Ampiranto, sutradara Mataya Swarnadwipa yang juga staf Direktorat Kesenian, Kemendikbud, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, Mataya Swarnadwipa akan menampilkan enam koreografi dari Sumatera, yaitu Tari Umbul-umbul Sriwijaya, Tari Persembahan Gending Sriwijaya, Tari Ulos Pane, Melinting Palas Pasemah, Dol Basemah, dan Tari Selampit Delapan Muaro Jambi.

“Masing-masing tarian mewakili beberapa daerah di Pulau Sumatera. Seperti Tari Gending Sriwijaya dan Tari Umbu-umbul Sriwijaya dari Palembang, Melinting Palas Pasemah dari Lampung, Dol Basemah dari Bengkulu, dan beberapa koreografi lainnya", ujar pria yang biasa disapa Kenthus itu.

Menurut Kenthus, koreografi dan ragam gerak Mataya Swarnadwipa adalah simbol kejayaan, persatuan dan kesatuan, serta sendi-sendi kenegaraan yang mencerminkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Mataya Swarnadwipa dikemas dalam garapan tari kreasi yang berakar pada tradisi namun sarat dengan nuansa kontemporer, dan akan ditampilkan oleh perwakilan sanggar dari SMP, SMA, dan perguruan tinggi di Jakarta. Seratus penari ini dipandu oleh penari-penari muda yang sudah lama berkecimpung di dalam garapan-garapan tari etnik dan modern. [NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: