Topan Lekima Tewaskan 22 Korban Akibat Tanah Longsor di China

TrubusNews
Thomas Aquinus
11 Agu 2019   13:00 WIB

Komentar
Topan Lekima Tewaskan 22 Korban Akibat Tanah Longsor di China

Topan Lekima, China (Foto : Reuters)

Trubus.id -- Topan Lekima setidaknya menyebabkan 22 orang tewas di China, setelah tanah longsor menghantam sebuah sungai yang menerobos puing-puing dan rumah-rumah yang terendam, Minggu (11/8).

Kantor berita resmi Xinhua dilansir dari The Guardian menyebutkan, sepuluh orang lainnya masih hilang dan lebih dari satu juta orang dievakuasi, menurut laporan penyiaran negara CCTV.

Sebelumnya, Topan Lekima menghantam provinsi timur Zhejiang dengan kecepatan angin maksimum 116 mph (187km/h) pada Sabtu pagi (10/8).

Korban tewas akibat Topan Lekima terjadi di daerah Yongjia di pinggiran Wenzhou, kota pelabuhan utama. Sungai yang terhalang oleh tanah longsor naik ke level 10 m (30 kaki) dalam waktu 10 menit dan menjebak 120 penduduk desa.

Baca Lainnya : Topan Lekima Diprediksi Terjang China dan Taiwan

CCTV melaporkan, tanah longsor yang mematikan itu terjadi sekitar 80 mil (129 km) utara kota pesisir Wenzhou, ketika sebuah bendungan alami runtuh di daerah yang dibanjiri hujan 160mm (6,3 in) dalam waktu tiga jam,

Badai bergerak ke utara pada 9 mph (15km/h) dan secara bertahap melemah, Xinhua melaporkan, mengutip biro cuaca. Angin kencang dan hujan lebat menghantam pusat keuangan Shanghai pada Sabtu sore, dan Shanghai Disneyland tutup untuk hari itu.

Selain transportasi penerbangan yang dibatalkan, hampir 200 ratus kereta api melalui kota Jinan di provinsi Shandong telah ditangguhkan hingga Senin, lapor Xinhua.

Lebih dari 250.000 penduduk di Shanghai dan 800.000 di provinsi Zhejiang telah dievakuasi akibat topan, dan 2,72 juta rumah tangga di Zhejiang mengalami pemadaman listrik karena angin kencang dan hujan turun dari jalur transmisi listrik.

Baca Lainnya : Topan Lekima Mendekat, Pemerintah Taiwan Minta Pasar dan Sekolah Ditutup Sementara

Sekitar 200 rumah di enam kota di Zhejiang runtuh, dan lahan pertanian seluas 66.300ha (163.830 hektar) telah dihancurkan.

Badai itu diperkirakan mencapai provinsi Jiangsu pada Ahad pagi dan membelok ke Laut Kuning sebelum melanjutkan ke utara dan membuat pendaratan lagi di provinsi Shandong.

Bisnis pesisir di Zhejiang tutup dan kementerian manajemen darurat memperingatkan potensi risiko kebakaran, ledakan, dan kebocoran gas beracun di taman kimia dan kilang minyak.

Topan Lekima yang statusnya diturunkan menjadi badai tropis, perlahan-lahan menuju utara di sepanjang pantai timur Cina pada hari Minggu pagi. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: