Gempa Magnitudo 5,1 di Bantul Dipicu Pergerakan Jenis Sesar Naik

TrubusNews
Thomas Aquinus
10 Agu 2019   23:00 WIB

Komentar
Gempa Magnitudo 5,1 di Bantul Dipicu Pergerakan Jenis Sesar Naik

Ilustrasi gempa bumi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Gempa bumi dengan Magnitudo 5,1 menghantam Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu malam (10/8).
Berdasarkan data hasil rekaman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi (BMKG), gempa terjadi tepatnya di 8.81 Lintang Selatan (LS) dan 110.08 Bujur Timur (BT) pada jam 20.26 WIB.

Pusat gempa berada di laut 105 km Barat Daya Bantul dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi terjadi tsunami.

BMKG mencatat, gempa juga dirasakan di wilayah Bantul, Yogyakarta, Maguwoharjo, Sleman, Cilacap, Ponorogo, Pacitan dan Purworejo.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa itu dipicu oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis Sesar Naik (Thrust Fault).

“Gempa bumi selatan di Jawa ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia,” ujar Rahmat.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Jumlah Kasus Kematian Akibat Covid19 Tembus 2.345 Orang

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:57 WIB
Bagikan: