Lebih dari 400 Nyawa Melayang Akibat Gelombang Panas di Belanda

TrubusNews
Syahroni
09 Agu 2019   23:00 WIB

Komentar
Lebih dari 400 Nyawa Melayang Akibat Gelombang Panas di Belanda

Orang-orang bersantai di bawah pohon selama hari yang panas di Vondelpark, Amsterdam, Belanda, 25 Juli 2019. (Foto : REUTERS/Piroschka van de Wouw)

Trubus.id -- Hampir 400 orang lebih banyak meninggal di Belanda selama gelombang panas pemecah rekor Eropa baru-baru ini daripada dalam minggu musim panas biasa, badan statistik nasional Belanda CBS mengatakan pada hari Jumat (9/8).

Secara total, 2.964 orang meninggal di Belanda selama minggu yang dimulai pada 22 Juli, kata CBS, yang sekitar 15% lebih tinggi daripada selama minggu rata-rata di musim panas.

Baca Lainnya : Gelombang Panas Akibatkan 57 Warga Jepang Meninggal Dunia

Catatan suhu jatuh di seluruh Eropa selama gelombang panas akhir Juli, dan untuk pertama kalinya sejak rekor mulai mencapai 40 derajat Celcius (104 Fahrenheit) di Belanda pada 25 Juli.

Korban tewas di Belanda selama minggu itu sebanding dengan tingkat selama dua gelombang panas pada tahun 2006, yang termasuk yang terpanjang di negara itu, kata para peneliti.

Baca Lainnya : Paris Dilanda Gelombang Panas di Atas 40 Derajat Celsius

Sekitar 300 dari kematian tambahan terjadi di antara orang berusia 80 tahun ke atas. Sebagian besar kematian terjadi di bagian timur Belanda, di mana suhunya lebih tinggi dan gelombang panas bertahan lebih lama daripada di bagian lain negara itu.

Belanda memiliki total populasi sekitar 17 juta. Gelombang panas adalah yang kedua yang melanda Eropa dalam sebulan, dan spesialis iklim memperingatkan semburan panas seperti itu mungkin menjadi lebih umum ketika planet ini memanas karena emisi gas rumah kaca. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: