Menteri LHK: Titik Panas di Indonesia Menurun Sejak Pekan Lalu

TrubusNews
Astri Sofyanti
09 Agu 2019   17:00 WIB

Komentar
Menteri LHK: Titik Panas di Indonesia Menurun Sejak Pekan Lalu

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan dari Januari sampai Juni luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mengalami peningkatan. Siti Nurbaya mengungkapkan, bahwa upaya pencegahan juga terus dilakukan dengan cara monitoring dan deteksi dini.

“Sistem monitoringnya berjalan cukup baik, kita juga lakukan secara terus menerus. Kemudian yang penting lagi adalah Satgas Patrolinya, jadi kalau ada api kecil harus dimatikan itu yang kita lakukan,” kata Siti Nurbaya saat ditemui Trubus.id di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (9/7).

Dikatakan Siti Nurbaya, hingga pekan lalu jumlah titik panas (hot spot) yang tersebar di Indonesia mencapai 1.020. Kemudian hari Senin lalu, naik menjadi 1.040 titik panas dengan tingkat kepercayaan mencapai 80 persen.

“Tapi hari ini, titik panas menurun menjadi 600 titik panas dengan tingkat kepercayaan dibawah 30 persen, jadi fluktuasinya masih jalan terus,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per 6 Agustus 2019, luas kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Indonesia sepanjang 2019 berjumlah 135.749 hektare.

Luas kebakaran tertinggi antara lain di Nusa Tenggara Timur (71.712 ha), Riau (30.065), Kepulauan Riau (4.970), Kalimantan Selatan (4.670), Kalimantan Timur (4.430). Luas karhutla dihitung berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 OLI/TIRS yang di-overlay dengan data sebaran hotspot, serta laporan hasil pengecekan lapangan terhadap hotspot dan laporan pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni.

Meski begitu, berulang kali dirinya mengekankan bahwa jika ada kebakaran hutan Satgas Karhutla akan langsung berupaya memadamkan api.

“Sudah ada Satgasnya dari lima tahun juga kerjaannya itu jadi sudah jelas,” tandasnya.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pencegahan sangat penting dalam penanganan kebakaran, jangan sampai api membesar kemudian berupaya untuk dipadamkan. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Menteri ESDM: Pemotongan Subsidi LPG 3 Kg Masih Kajian

Peristiwa   18 Jan 2020 - 14:11 WIB
Bagikan:          
Bagikan: