Musik Bambu Tada Festival Morotai Torehkan Rekor MURI

TrubusNews
Binsar Marulitua
09 Agu 2019   13:30 WIB

Komentar
Musik Bambu Tada  Festival Morotai Torehkan Rekor MURI

Para peserta memainkan musik bambu tada yang dibawakan dan diiringi tarian kolosal di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada, Rabu (8/9/2019) lalu. (Foto : Dokumentasi Kemenpar)

Trubus.id -- Festival Morotai yang menghadirkan berbagai pertunjukan menarik telau usai pada Rabu (8/9/2019) lalu. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)  mencatat pertunjukan musik bambu tada yang dibawakan dan diiringi tarian kolosal sekitar 2.000 orang sebagai rekor baru.

Festival Morotai merupakan sebuah festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya. Rangkaian acara Festival Morotai 2019 diadakan di bekas lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara berlangsung selama sepekan. 

Festival Morotai sendiri terdiri atas rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made).

Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai.

Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, di Morotai, Rabu (7/8/2019) mengatakan sekitar 2.000 orang anggota masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan dan usia berpartisipasi dalam pertunjukan tersebut.

Baca Lainnya : Sambil Menatap Danau Toba, Yuk Kenalan Wisata Kuliner dan Belanja di Tongging 

“Bambu tada adalah alat musik yang terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mengeluarkan bunyi-bunyian khas bambu. Cara mainnya dengan diketuk-ketukan ke tanah. Bambu tada berfungsi sebagai musik pengiring dan dimainkan bersama alat musik lain,” katanya dalam keterangan tertulis. 

Pada penampilannya dalam rangka memecahkan rekor MURI, pemain bambu tada juga membentuk berbagai formasi menarik sambil memainkan alat musik itu. Untuk mencapai hasil yang baik, persiapan pun sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelum penampilan. Setiap sore, para peserta berlatih bersama tim koreografer Eko 'Pece' Supriyanto.

Semangat para peserta tidak berkurang, meski cuaca saat itu tidak begitu bersahabat. Meski gerimis, mereka tetap memberikan penampilan terbaik. Hal ini tentunya memukau Menpar, Bupati Morotai, serta seluruh hadirin dan warga masyarakat.

"Terima kasih kepada para masyarakat yang mendukung penyelenggaraan Festival Morotai. Terutama pada para peserta bambu tada. Saya mengapresiasi semangat kalian yang luar biasa," kata Benny Laos.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga berkesempatan menyaksikan pemecahan rekor MURI turut bangga akan pencapaian masyarakat daerah Morotai. Menpar pun menyaksikan pemberian piagam penghargaan dari MURI kepada Bupati Morotai.

"Daerah ini luar biasa. Masyarakatnya sangat kompak, alamnya bagus, daerahnya juga menyimpan nilai sejarah. Semoga Morotai bisa menarik minat kunjungan wisatawan lebih banyak lagi," ucap Arief lagi.

Baca Lainnya : Kala Jokowi Terpesona Desa Sade Lombok

Selain itu, untuk memajukan wisata Morotai, Menpar mendukung usulan Bupati Morotai agar membuka lima rute penerbangan langsung dari luar negeri ke Morotai serta pengembangan kapasitas bandara untuk menampung lebih banyak wisatawan.

"Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk mempromosikan potensi pariwisata Morotai di ajang bergengsi misalnya bursa promosi pariwisata bergengsi di luar negeri," tambahnya lagi.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: