Banjir di India Renggut 33 Nyawa dan Ungsikan Ribuan Warga

TrubusNews
Syahroni
08 Agu 2019   21:00 WIB

Komentar
Banjir di India Renggut 33 Nyawa dan Ungsikan Ribuan Warga

Anggota tim penyelamat menyeberang melalui daerah yang tergenang air melewati kuil yang terendam saat hujan lebat di pinggiran Kochi di negara bagian selatan Kerala, India, 8 Agustus 2019. (Foto : REUTERS/Sivaram)

Trubus.id -- Banjir akibat hujan lebat dan luapan sungaiyang melintasi sebagian besar wilayah India barat dan selatan telah menewaskan sedikitnya 33 orang dan memaksa evakuasi 180.000 warga dari rumah mereka, kata para pejabat pemerintah setempat, Kamis (8/8).

Hujan musiman dari Juni hingga September menyebabkan kematian dan perpindahan massal di seluruh Asia Selatan setiap tahun. Tetapi hujan ini menghasilkan lebih dari 70% curah hujan India, penting untuk hasil pertanian dan pertumbuhan ekonomi.

Jumlah korban tewas dalam banjir adalah 25 orang di negara bagian barat Maharashtra pada hari Kamis (8/8), kata para pejabat. Sementara dari data pemerintah di negara bagian selatan Karnataka yang berdekatan menunjukkan delapan orang tewas.

Baca Lainnya : Banjir di India Usir 3 Juta Lebih Warga dari Rumahnya dan Tewaskan 130 Jiwa

Sungai-sungai meluap di beberapa bagian Maharashtra setelah pemerintah melepaskan air dari bendungan yang dipenuhi dengan curah hujan sebanyak 670 mm (26,4 inci) yang diterima dalam seminggu.

"Jika kita mendapatkan lebih banyak curah hujan, maka kita tidak punya pilihan selain melepaskan air di sungai," kata pejabat administrasi Deepak Mhaisekar, menambahkan bahwa banyak reservoir di sekitar kota industri Pune penuh.

Sebuah kapal yang penuh dengan penduduk desa berusaha melarikan diri dari banjir, terbalik pada hari Kamis. Dampaknya, sedikitnya 9 orang tewas sementara timpenyelamat masih mencari tiga atau empat penumpang yang masih dikhawatirkan hilang, tambahnya.

Ribuan truk terjebak di jalan raya nasional yang menghubungkan ibukota keuangan Mumbai dengan pusat teknologi selatan Bengaluru, ketika air merendam jalan di beberapa tempat, kata Mhaisekar dilansir dari Reuters.

Baca Lainnya : Bencana Banjir Telah Tewaskan Lusinan Warga di Nepal, India, dan Bangladesh

Di Karnataka, para pejabat mengatakan beberapa waduk besar hampir penuh, dan memperingatkan bahwa desa-desa terdekat bisa terkena oleh debit air yang besar.

"Kami telah meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk menyelamatkan siapa saja yang mungkin terdampar karena banjir," Ketua Menteri B.S. Yediyurappa mengatakan kepada media.

Kuil dan tiang listrik berada di bawah air ketika banjir mengalir deras, dalam gambar video yang diposting oleh seorang jurnalis di distrik Karnataka di utara. Pejabat cuaca memperkirakan hujan lebat di kawasan itu, termasuk negara bagian Kerala dan Goa di dekatnya, selama tiga hingga lima hari ke depan.

Pejabat cuaca Kerala menyebut "peringatan merah" di empat distrik yang mereka lihat berisiko menerima lebih dari 200 mm (8 inci) hujan pada hari Kamis. Sekolah dan perguruan tinggi di banyak tempat telah ditutup sejak Senin dan tidak mungkin dibuka minggu ini, kata pihak berwenang. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: