Kebakaran Hutan, Indonesia Berpotensi Kirim Asap ke Malaysia Pekan Ini

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Agu 2019   17:00 WIB

Komentar
Kebakaran Hutan, Indonesia Berpotensi Kirim Asap ke Malaysia Pekan Ini

Kebakaran hutan ilustrasi (Foto : Pixabay/Skeeze)

Trubus.id -- Belum usai masalah kualitas udara yang dinilai tak sehat, Indonesia kembali dilibatkan persoalan masalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera. Kini persoalannya yakni kabut asap tersebut akan sampai ke negeri jiran Malaysia pekan ini.

Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) menyatakan ada kemungkinan besar kabut asap dari Sumatera akan sampai ke Malaysia pada pekan ini. MetMalaysia mengungkapkan penyebab terpaparnya kabut asap dari kebakaran hutan di Sumatera karena arah angin muson yang bertiup ke arah barat daya.

"Dari hasil pemantauan terakhir masih terlihat kabut asap tipis di wilayah semenanjung dan sebelah barat negara bagian Sarawak, karena ada penambahan titik api di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan," kata Direktur Jenderal MetMalaysia, Jailan Simon, seperti melansir AsiaOne, Kamis (8/8).

Baca Lainnya : Singapura Ucapkan Terima Kasih kepada Indonesia Redam Karhutla

Tak hanya itu, Badan Meteorologi Malaysia juga mendeteksi empat titik api (hot spot) di Negara Bagian Pahang. Diakui Jailan, tiga titik api diprediksi dapat menyebabkan kabut asap yang membuat jarak pandang di Pahang dan sebelah selatan Terengganu terbatas hanya 5 kilometer.

Menanggapi hal tersebut, Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) menyatakan musim kemarau akan membuat titik api bisa bertambah. Ditambah lagi embusan angin kencang dari sebelah tenggara dan selatan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Malaysia juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan.

Baca Lainnya : Jokowi Malu Karhutla Jadi Berita Utama di Malaysia dan Singapura

Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes Malaysia, dr. Noor Hisham Abdullah, menyatakan kegiatan di luar ruangan bakal memicu pernapasan bekerja lebih keras dan menyebabkan metabolisme tubuh meningkat, sehingga mudah terjangkit penyakit yang dipicu kabut asap dan cuaca panas.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk menggunakan masker, payung atau topi jika melakukan kegiatan di luar ruangan. Selain itu, Hisham meminta penduduk memperbanyak minum air putih.

"Tutup seluruh jendela dan jaga rumah supaya bersih. Jangan merokok supaya udara di rumah tidak tercemar," ungkap Hisham. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: