Dongkrak Ekspor Mangga, Balitbang Kementan Rekomendasikan Teknologi Hot Water Treatment dan Pelilinan

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Agu 2019   15:30 WIB

Komentar
Dongkrak Ekspor Mangga, Balitbang Kementan Rekomendasikan Teknologi Hot Water Treatment dan Pelilinan

Mangga ilustrasi (Foto : Pixabay/Robert Owen Wahl)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Litbang Pascapanen, Badan Litbang Pertanian terus berupaya memacu ekspor mangga untuk menembus pasar global. Berdasarkan data Badan Litbang Pertanian, produksi mangga per tahun mencapai 1,8 juta ton. Selain itu, Indonesia juga merupakan eksportir mangga terbesar ke lima dunia.

Sebagai informasi, sejumlah varietas mangga asal Indonesia yang diekspor meliputi mangga Gedong, Arumanis, Manalagi, dan Golek. Saat ini pangsa pasar utama mangga segar Indonesia adalah Timur Tengah, Hongkong, Singapura, Malaysia, dan Cina.

Meski menjadi eskportir tetap, sejumlah kendala para produksi mangga masih dihadapi Indonesia, salah satunya masalah kerusakan mangga pada saat pengiriman hingga ke negara tujuan. Kerusakan buah pada saat perjalanan menuju negara tujuan terjadi akibat waktu pengiriman yang tergolong memakan waktu lama karena pengiriman dilakukan melalui jalur laut.

Baca Lainnya : Dampak El Nino Berkepanjangan, Produksi Mangga di Filipina Berlebihan

Jika pengiriman dilakukan lewat pesawat, biaya pengiriman bisa mencapai 10 kali lipat. Kondisi ini mengakibatkan harga jual mangga Indonesia tidak dapat bersaing dengan mangga dari negara lainnya.

“Oleh karena itu, kami merekomendasikan penggunaan teknologi hot water treatment (HWT, red) dan formula pelilinan. Teknologi HWT dan formula pelilinan telah terbukti mempertahankan mutu buah selama pengiriman ekspor dengan tingkat kerusakan kurang dari 10 persen,” kata Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen, Prayudi Syamsuri di Bogor, Kamis (8/8).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kedua teknologi ini efektif dalam mengendalikan pertumbuhan lalat buah dan penyakit selama perjalanan. Teknologi tersebut sudah diimplementasikan oleh beberapa eksportir buah segar.

Baca Lainnya : White Muscat, Anggur Rasa Mangga yang Kian Populer di Korea

“Terdapat beberapa perusahaan eksportir yang sampai saat ini menggunakan teknologi penanganan tersebut untuk mengekspor buah diantaranya buah mangga ke beberapa negara melalui transportasi laut,” ujarnya.

Lebih lanjut Prayudi menyebutkan ekspor mangga saat ini mengalami peningkatan yang cukup tajam, namun masih banyak faktor yang perlu mendapat perhatian. Yakni kualitas mangga segar, adanya lalat buah, chilling injury selama transportasi dalam pemasaran, serta daya simpan yang relatif singkat.

“Persaingan ekspor mangga sangat ketat sehingga perlu pengetahuan dan perbaikan menyeluruh, termasuk diantaranya penanganan pascapanen, sehingga produk pertanian kita dapat bersaing dengan negara lain,” pungkasnya. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: