Jelang Idul Adha, Kementan Terjunkan 105 Personel Pantau Hewan Kurban

TrubusNews
Astri Sofyanti
07 Agu 2019   14:30 WIB

Komentar
Jelang Idul Adha, Kementan Terjunkan 105 Personel Pantau Hewan Kurban

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita melepas tim pemantau hewan kurban (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Mendekati Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menerjunkan 105 personel yang bertugas melakukan pemantauan hewan kurban.

Hal ini dilakukan Kementan dalam rangka menjaminan kesehatan, keamanan, dan kelayakan daging yang dihasilkan dari pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha.

Tim pemantau hewan kurban ini akan disebar ke sejumlah lokasi seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Pelepasan tim pemantau hewan kurban ini dilakukan oleh Dirjen PKH, I Ketut Diarmita.

Tim Ditjen PKH ini akan menjadi bagian dari ribuan petugas yang diterjunkan untuk pemeriksaan hewan kurban yang berasal dari berbagai instansi seperti mahasiswa kedokteran hewan, petugas dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, organisasi profesi dan profesional dibidang kesehatan hewan dan masyarakat veteriner di seluruh Indonesia.

Baca Lainnya : Kementan Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

Pelepasan Tim Pemantauan Pemotongan Hewan Kurban tersebut dilakukan setelah acara Pelatihan atau Bimbingan Teknis bagi para petugas. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia (Askesmaveti), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan petugas pemantau hewan kurban Ditjen PKH.

Dalam sambutannya Ketut menyampaikan pentingnya pengawasan lalu lintas ternak dalam menghadapi Hari Raya Kurban, mengingat baru-baru ini merebak kembali kasus Anthraks di Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Petugas bekerjasama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) diminta memastikan bahwa hewan kurban yang akan dipotong adalah hewan yang sehat sehingga masyarakat tidak khawatir akan munculnya penyakit hewan khususnya zoonosis setelah mengkonsumsi daging kurban.

Menurut Ketut, penjaminan kesehatan hewan sangat penting untuk mencegah menyebarnya penyakit dari satu daerah tertular ke daerah lainnya. Oleh karena itu penting untuk hewan yang ditransportasikan agar disertai dengan Sertifikat Veteriner/Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti hewan tersebut sudah diperiksa oleh dokter hewan yang berwenang di daerah asal dan sehat untuk ditransportasikan.

Baca Lainnya : Kementan Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas dan Pemeriksaan Hewan Kurban

"Jika menemukan adanya gejala penyakit yang mencurigakan, petugas harus memberikan respon cepat dengan berkoordinasi dengan dinas setempat dan balai veteriner," pinta Ketut. Selain itu, Ketut juga meminta petugas untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa tempat pemotongan hewan kurban harus layak dan higienis.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: