Menteri Pertanian Ekspor 50 Komoditas Strategis ke Sejumlah Negara

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Agu 2019   14:00 WIB

Komentar
Menteri Pertanian Ekspor 50 Komoditas Strategis ke Sejumlah Negara

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor produk pertanian di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (6/8/19) (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong ekspor komoditas pertanian strategis ke sejumlah negara. Hari ini, Selasa (6/8/19) Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor produk pertanian senilai Rp1,1 triliun ke sejumlah negara.

"Hari ini kita kelakulan ekspor, kita melakukan perubahan, revolusi mental nyata adanya di sektor pertania. Khusus untuk ekspor kita melakukan mapping seluruh komoditas strategis untuk komoditas ekspor di seluruh Indonesia. Setelah kita mengetahui posisi masing-masing barang ekspor, kita akan langsung mengedukasi mereka (importir, red) agar barang yang akan diekspor tidak rejeck dan tidak ditolak oleh negara tujuan," kata Amran saat ditemui Trubus.id saat melepas ekspor produk pertanian di CDC Banda, Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (6/8).

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Karantina Pertanian, Arifin Tasrif mengatakan, untuk mendorong ekspor komoditas pertanian, Badan Karantina Pertanian telah melakukan berbagai program dan inovasi di antaranya program Agro Gemilang atau kepanjangan dari Ayo Galakkan Ekspor Komoditas Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa yaitu berupa gerakan bersama untuk mendorong tumbuhnya eksportir baru komoditas pertanian, berupa pelatihan pemenuhan persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS) negara tujuan ekspor.

Baca Lainnya : Kementan Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

Selain itu, Badan Karantina Pertanian juga melakukan terobosan berbagai inovasi seperti peta komoditas pertanian ekspor Indonesia atau iMace untuk pemerintah daerah sebagai upaya pembinaan dan pengembangan berbagai komoditas pertanian diwilayahnya dengan berbasis kawasan.

"Inovasi lain dari Barantan berupa InLine Inspection, yaitu percepatan ekspor melalui pelatihan, pembinaan dan sertifikasi eksportir dalam rangka memenuhi persyaratan karantina negara tujuan. Ada juga inovasi draft phytosanitary, inovasi ini terbukti efektif mengurangi kesalahan dalam pemenuhan sertifikat karantina," terang Arifin.

Baca Lainnya : Kementan Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas dan Pemeriksaan Hewan Kurban

Ekspor produk yang dilepas Mentan Amran hari ini meliputi bulu bebek sebanyak 52,3 ton senilai Rp3,2 miliar tujuan vietnam dan asinan salak 12 ton senilai Rp240 juta tujuan Malaysia dan gaharu sebanyak 2 ton senilai Rp97 juta ke Arab Saudi, teh ke AmerikanSerikat (AS) dan Rusia sebanyak 30,5 ton senilai Rp1,8 miliar, kapas ke Argentina 18,8 ton senilai Rp1,056 miliar, bubuk coklat 10,5 ton senilai Rp150 juta tujuan Vietnam. Komoditas-komoditas ini akan dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sementara produk ekspor komoditas pertanian yang akan dikirim melalui Bandara Soekarno Hatta meliputi manggis, mangga, salak sebanyak 900 kilogram senilai Rp75 juta ke Uni Emirat Arab (UEA), sarang burung walet sebanyak 183 kilogram senilai Rp3,7 miliar dan vaksin 28.930 vial senilai Rp542,3 miliar. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: