KKP Tangkap 2 Kapal Perikanan Filipina di Sulawesi, 9 Rumpon Dibongkar

TrubusNews
Binsar Marulitua
05 Agu 2019   19:30 WIB

Komentar
KKP Tangkap 2 Kapal Perikanan Filipina di Sulawesi, 9 Rumpon Dibongkar

Salah satu kapal perikanan Filipina yang ditangkap petugas KKP di laut Sulawesi, Kamis (1/8/2019). (Foto : Dokumentasi PSDKP KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menertibkan 2 (dua) kapal perikanan asing (KIA) asal Filipina di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Sulawesi wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 716, pada Kamis (1/8).

Selain menangkap kapal perikanan asing, petugas KKP juga membersihkan 9 rumpon ilegal yang juga milik nelayan Filipina. 

Proses penangkapan 2 kapal dan penertiban 9 rumpon tersebut dilakukan oleh KP Orca 04 yang dinakhodai oleh Capt. Eko Priyono dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dengan target kapal-kapal perikanan dan rumpon ilegal asing yang beroperasi di perairan Indonesia.

“Dua kapal atas nama FB Full Blast (3 GT), dan FB LB Vient 009 (13.46 GT), ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia tanpa izin. Begitu juga sembilan rumpon ditertibkan karena dipasang tanpa izin dari Pemerintah Indonesia,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman.

Baca Lainnya : Sudah 1.636 Hektare Tambak Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina, KKP Sarankan Pembudidaya Panen Total
 
“Dalam penangkapan kedua kapal yang diawaki masing-masing oleh 3 orang WN Filipina, berhasil diamankan ikan tuna dan cakalang hasil tangkapan sekitar 200 kg," tambah Agus.
  
Selanjutnya, kedua kapal dan rumpon-rumpon tersebut beserta awaknya dikawal menuju ke Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara untuk proses hukum lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.
 
“Terhadap pelanggaran kapal perikanan asing yang melakukan penangkapan ikan di Indonesia tanpa izin, maka sesuai Undang-Undang Perikanan pelaku dapat diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar," tegas Agus.

Baca Lainnya : Tepis Persulit Izin, KKP Ungkap Mark Down Ukuran Kapal Perikanan Marak Dilakukan Pengusaha
 
Penangkapan kapal asing tersebut menambah jumlah KIA yang ditangkap oleh KKP karena melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Selama 2019, sejumlah 45 KIA yang terdiri dari 18 Malaysia, 18 Vietnam, 8 Filipina, dan 1 Panama berhasil ditangkap oleh armada kapal pengawas perikanan KKP.

Sementara itu, 91 rumpon ilegal milik nelayan Filipina dan 5 rumpon ilegal milik nelayan Malaysia yang juga ditertibkan pada tahun 2019. 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Indonesia Jadi Contoh Negara Lain Manfaatkan Biodiesel

Peristiwa   09 Des 2019 - 17:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: