Kebakaran Hutan di Palalawan Masih Berkobar, 200 Personel TNI Dikerahkan Lakukan Pemadaman

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Agu 2019   11:00 WIB

Komentar
Kebakaran Hutan di Palalawan Masih Berkobar, 200 Personel TNI Dikerahkan Lakukan Pemadaman

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Foto : Dok.BNPB)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan yang melanda sebagian wilayah di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, belum juga padam. Bahkan sebanyak 200 personel TNI dikerahkan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwilayah tersebut.

Sebagai informasi, Pelalawan merupakan salah satu wilayah Riau yang babak belur dihajar kebakaran hutan dan lahan. Asap akibat kebakaran lahan di Pelalawan membuat kualitas udara memburuk dan jarak pandang turun drastis menjadi hanya sekitar 800 meter dalam pekan ini.

Selain itu, kebakaran lahan di Pelalawan telah meluas hingga taman nasional Tesso Nilo dan menyebabkan kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk dalam sepekan terakhir.

Baca Lainnya : 7.269 Warga Riau Terpapar ISPA Akibat Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan membuat daerah tetangganya, Kota Pekanbaru, ibu kota provinsi Riau, ikut kena paparan asap dalam sepekan terakhir.

"Total 200-an TNI terjun untuk memadamkan titik api di tiga tempat, Desa Penarikan, Desa Badagu, dan Desa Sering yang terletak di Kabupaten Pelalawan," kata Komandan Distrik Militer 0313 Kampar Letkol Inf Aidil Amin, yang mengomandoi upaya pemadaman kebakaran, Senin (5/8) seperti melansir dari Antaranews.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa awalnya hanya ada 150 personel TNI yang dikerahkan ke lapangan untuk memadamkan api, tapi karena kebakaran tak kunjung padam, 50 personel TNI kembali dikerahkan ke lokasi.

Baca Lainnya : 5.929 Personel Gabungan Diterjunkan Padamkan Karhutla di Lima Provinsi

Mereka bergabung dengan tim satuan tugas penanggulangan karhutla Riau yang terdiri atas aparat Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan juga warga.

Aidil mengakui anggotanya yang sudah beberapa hari membantu pemadaman kebakaran lahan mulai kelelahan dan mengalami gangguan kesehatan seperti mual dan mata perih.

Pihaknya meminta warga tidak membakar lahan selama musim kemarau. Aidil menambahkan, personel TNI juga membantu upaya kepolisian mengungkap pelaku pembakaran lahan.

Baca Lainnya : Dua Hari Berasap Karhutla, BNPB Sebut Kualitas Udara di Wilayah Riau Kembali Membaik

"Kami dukung tugas kepolisian, dan berharap segera menangkap pelaku yang membuat udara di Riau semakin buruk dan dapat mendatangkan penyakit pernafasan dan lainnya," tandasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: