Api Masih Berkobar di Gunung Arjuno- Welirang, Kabut Tebal dan Angin Kencang Hambat "Water Bombing"

TrubusNews
Binsar Marulitua
05 Agu 2019   09:40 WIB

Komentar
Api Masih Berkobar di Gunung Arjuno- Welirang, Kabut Tebal dan Angin Kencang Hambat "Water Bombing"

Gunnung Arjuno (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Kabut tebal dan angin kencang  menghambat operasi pemadaman udara kebakaran hutan di Gunung Arjuno, Jawa Timur pada Minggu (4/8). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur  telah memadamkan  7 titik api di sekitar puncak gunung dengan ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut tersebut.

"BPBD mengientifikasi dan memetakan 6 enam titik api lagi di  gunung dengan ketinggian  3.339 meter di atas permukaan laut tersebut," kata  Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim Suban Wahyudiono yang memimpin operasi pemadaman dalam keterangan tertulis, Senin (5/8/2019).

Fokus operasi pemadaman kebakaran hutan menggunakan helikopter  juga dilakukan di Gunung yang berbatasan langsung  dengan Gunung Arjuno, yakni Gunung Welirang. 

Ditambahkan Subhan, pada gunung aktif  dengan ketinggian 3.156 m tersebut, pemadaman menggunakan helikopter urung dilaksanakan karena titik api tertutup kabut tebal. Helikopter  kembali ke lokasi Gunung Welirang setelah kabut tebal terpantau sudah bergeser.

Baca Lainnya : Jokowi Kalah di MA Karena Karhutla, Istana Respon Langkah Lanjutan

Operasi pemadaman dihentikan pukul 15.00 WIB sesuai rekomendasi dari otoritas penerbangan.

"Penyiraman dengan metode water-bombing masih perlu dilakukan karena kepulan asap dan bara api masih terpantau di sebagian wilayah Gunung Arjuno dan Gunung Welirang." tambahnya

Di samping itu, lanjut Subhan, pendinginan atau mopping up dilakukan untuk memastikan api padam di wilayah Gunung Arjuno. Sebelumnya teridentifikasi 7 titik api di wilayah tersebut. Sebelumnya wilayah terbakar ini telah mendapatkan pemadaman sebanyak satu kali. 

Operasi pemadaman akan kembali digelar pada Selasa (6/8/2019), mengingat kru helikopter harus beristirahat setelah menjalani 7 hari aktifitas penerbangan.

Selanjutnya, pendinginan juga dilakukan di wilayah pegunungan Panderman Kota Batu yang dipetakan terdapat 1 titik api. Pemadaman di wilayah ini dilakukan dengan helikopter yang diterbangkan pada hari Minggu (4/8/2019) pukul 09.00 WIB.

Baca Lainnya : Jokowi Kalah di MA Karena Karhutla, Ini Penjelasan Menteri LHK

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  satu helikopter untuk membantu pemadaman kebakaran hutan Gunung Arjuno, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/8). Helikopter jenis RA-2274 itu dikirim langsung dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah atas instruksi Kepala BNPB, Doni Monardo sebagai respon cepat dari permintaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melalui surat laporan kebakaran hutan di Tahura R Soerjo nomor 360/1320/208.3/2019 kepada BNPB.

Pengerahan helikopter tersebut dilakukan setelah kebakaran hutan yang dilaporkan Pamhut UPT Tahura R Soerjo semakin meluas sejak Minggu (28/7/2019) hingga  Sabtu (3/8/2019).

Lokasi titik api diketahui mendekati puncak dengan tutupan lahan yang didominasi savana. Sedangkan medan menuju lokasi sulit dijangkau, tidak terdapat sumber air, dan kondisi angin cukup kencang. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: