Cuaca Buruk Tenggelamkan 3 Kapal di Filipina, 11 Orang Tewas dan 3 Lainnya Hilang

TrubusNews
Syahroni
04 Agu 2019   06:00 WIB

Komentar
Cuaca Buruk Tenggelamkan 3 Kapal di Filipina, 11 Orang Tewas dan 3 Lainnya Hilang

Kapal penjaga pantai Filipina tengah berupaya melakukan penyelamatan terhadap penumpang kapal yang tenggelam akibat cuaca buruk. (Foto : AFP)

Trubus.id -- Setidaknya dilaporkan, sebelas orang tewas dan 63 lainnya diselamatkan ketika tiga kapal feri secara terpisah terbalik dalam cuaca buruk Sabtu antara dua provinsi pulau Filipina tengah, kata penjaga pantai setempat dilansir dari Gulf News, Sabtu (3/8).

Juru bicara penjaga pantai, Armand Balilo mengatakan, tidak jelas apakah ada penumpang atau awak yang hilang setelah feri antar pulau terbalik dan tenggelam di laut lantaran angin dan hujan yang mengguyur antara provinsi Guimaras dan Iloilo.

Baca Lainnya : Gempa Kembali Guncang Filipina, 11 Tewas dan Puluhan Masih Tertimbun Reruntuhan

Enam dari yang tewas belum diidentifikasi, sisanya adalah orang Filipina.

Salah satu kapal feri, M / B Cheche, membawa setidaknya 42 penumpang. Kapal lain, M / B Keizha, dilaporkan memiliki empat awak di atas kapal, sementara feri ketiga, M / B Jenny, membawa sejumlah orang yang diselamatkan ke atas kapal penjaga pantai, katanya.

Video dari jaringan TV ABS CBN menunjukkan seorang penyelamat membawa anak dari perahu motor ke ambulans di dermaga Iloilo, tempat kerabat yang panik menunggu.

Peramal cuaca telah memperingatkan hujan lebat dan badai petir di tengah badai pembuatan bir sekitar 875 kilometer (544 mil) di lepas pantai timur negara itu.

Baca Lainnya : Filipina Bersiap Hadapi Topan 140 Km per Jam

Kelas dan pekerjaan telah ditangguhkan di kota metropolitan Manila di tengah hujan lebat dan banjir, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah pada Jumat di daerah dataran rendah di ibukota.

Sekitar 20 topan dan badai menghantam Filipina setiap tahun, menjadikan kepulauan yang terletak di topan Pasifik dan sabuk gempa bumi ini merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kementan-TNI AD Siap Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Peristiwa   30 Sep 2020 - 10:21 WIB
Bagikan: