Kementerian ESDM Akan Pasang PLTS Rooftop pada Gedung Pemerintah Provinsi DKI

TrubusNews
Binsar Marulitua
03 Agu 2019   10:00 WIB

Komentar
Kementerian ESDM Akan Pasang PLTS Rooftop pada  Gedung Pemerintah Provinsi DKI

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM FX Sutijastoto menjelaskan teknis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop (atap) di Balaikota, Jumat (2/8/2019). (Foto : KESDM)

Trubus.id -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyarankan kepada Badan Usaha, pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai memanfaatkan atap bangunan dan gedung dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop (atap). Tidak hanya menghemat biaya tenaga listrik, pembangunan PLTS juga menunjukkan kepedulian  terhadap lingkungan.

Kementerian ESDM telah memberikan stimulus dengan membuat percontohan PLTS Rooftop pada seluruh gedung-gedungnya. Selanjutnya pemasangan inovasi tersebut juga akan digarap pada pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Pemasangan PLTS Rooftop di seluruh gedung milik Pemprov ini diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan usai bertemu dengan Menteri ESDM, Ignasius Jonan di Balaikota, Jumat (2/8/2019). Pemasangan PLTS Rooftop ini diperkirakan Anies akan selesai pada tahun 2022 mendatang. 

Baca Lainnya : Ramah Lingkungan, Menteri Susi Ajak Nelayan Demak Kelola Rajungan Gunakan 'Bubu'

"Pemerintah DKI Jakarta sudah dan akan terus melakukan langkah-langkah untuk mengalihkan penggunaan energi fosil ke energi terbarukan. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, Pemerintah DKI Jakarta akan memasang solar panel di gedung-gedung Pemerintah Daerah, gedung sekolah, gedung olah raga dan fasilitas kesehatan, itu kita akan perbanyak penggunaan solar panel," ujar Anies.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM FX Sutijastoto menjelaskan, langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini menambah daftar dukungan pemerintah daerah yang akan menggunakan PLTS Rooftop.

Pemerintah Provinsi Bali sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mencantumkan kewajiban seluruh gedung untuk memanfaatkan 25% dari luasan atapnya dengan PLTS Rooftop.

"Beberapa Pemerintah Provinsi selain Bali juga telah mengeluarkan kebijakan untuk memanfaatkan PLTS Rooftop di gedung-gedung milik mereka. Selain Bali, Jawa Tengah juga sudah menyatakan kesediaanya, Pemerintah Sumatera Utara juga. Kalau ini semua sudah bergerak bersama untuk memanfaatkan PLTS Rooftop kelihatannya target 6.000 MW dari PLTS bisa tercapai," jelas Sutijastoto.

Baca Lainnya : IUCN Pastikan Sawit Indonesia Ramah Lingkungan

Sutijastoto juga mengungkapkan Menteri ESDM telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan dan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK), agar memanfaatkan atap gedung-gedung perkantorannya, baik di pusat maupun daerah untuk dipasangi PLTS Rooftop.

"Ibu Menteri Keuangan dan Ibu Menteri KLHK sudah setuju dan akan menyiapkannya. Dari dua Kementerian ini diperkirakan akan dihasilkan listrik sekitar 100 MW. Pemerintah DKI Jakarta sudah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pelaksanaan Pengendalian Kualitas Udara Jakarta dan memerintahkan semua gedung milik Pemerintah Daerah akan dipasangi PLTS Rooftop," tambah Sutijastoto.

Melalui langkah Pemprov tersebut, diperkirakan akan didapat daya listrik mencapai 1.000 hingga 2.000 Megawatt (MW), dan kalau itu semua terbangun dapat menciptakan market untuk panel surya sebesar 400-500 MW. Angka ini diatas perkiraan besaran ideal yang sebesar 300 MW agar pabrik panel surya dapat ekonomis dibangun di Indonesia.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: