Gawat Darurat Nasional, Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Tumpahan Minyak Pertamina

TrubusNews
Binsar Marulitua
02 Agu 2019   20:30 WIB

Komentar
Gawat Darurat Nasional, Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Tumpahan Minyak Pertamina

Petugas Pertamina mengumpulkan ceceran limbah minyak mentah di Pantai Sedari, Cibuaya, Karawang. (Foto : PT. Pertamina)

Trubus.id -- Pemerintah  pusat mengambil alih penanganan tumpahan minyak yang mencemari perairan Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta. Kejadian yang terjadi di anjungan YY pemboran sumur YYA-1, Karawang, Jawa Barat tersebut sudah gawat darurat nasional. 

"Langkah antisipasi diserahkan pada tingkat nasional karena sudah gawat darurat nasional," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dampak Pencemaran Lingkungan dan Kebersihan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Suparman, Jumat (2/8/2019).

Menurut Suparman, instansi terkait di lintas provinsi diundang mengikuti rapat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Mereka bakal membahas penanganan masalah ini.

Rapat tersebut membahas sejumlah agenda penanganan pencemaran minyak yang terdeteksi bersumber dari Karawang, Jawa Barat, hingga merambah ke perairan Kabupaten Bekasi dan Kepulauan Seribu.

Baca Lainnya : Sudah 1.636 Hektare Tambak Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina, KKP Sarankan Pembudidaya Panen Total

Para peserta rapat dari instansi terkait seperti jajaran Dinas Lingkungan Hidup, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kelautan akan melakukan dengar pendapat seputar imbas pencemaran akibat tumpahan minyak yang terjadi.

"BNPB sudah antisipasi, Kementerian Kelautan juga sudah turun tangan. Hari ini kita bahas dengan instansi terkait dari Bekasi, DKI, Karawang akan dengar masukan daerah mana yang terkena dan antisipasinya bagaimana," ujar Suparman.

Rapat itu juga diharapkan bisa menghasilkan solusi efektif terkait penanganan pencemaran laut yang terjadi.

Suparman memastikan peristiwa tumpahan minyak baru merambah perairan Karawang, perairan Kabupaten Bekasi dan Kepulauan Seribu.

Baca Lainnya : Minyak Pertamina Tumpah ke Laut, Menteri Susi Kawal Pemulihan Tanpa Batas Waktu

"Sampai siang ini saya belum dengar laporan minyak itu mencemari perairan di Cilincing, Pademangan, maupun Penjaringan," kata Suparman.

Namun demikian dibutuhkan langkah antisipasi agar pergerakan limbah minyak tidak tertutup angin mengarah ke perairan Jakarta Utara.

"Kami akan meminta instansi terkait memberikan solusi, bisa pengerahan alat canggih agar minyak ini tidak sampai ke wilayah kita," katanya. (ANTARA)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: