Soal Polusi Udara di Jakarta, Anies Baswedan Bakal Perluas Ganjil Genap

TrubusNews
Astri Sofyanti
02 Agu 2019   11:30 WIB

Komentar
Soal Polusi Udara di Jakarta, Anies Baswedan Bakal Perluas Ganjil Genap

Polusi udara di DKI Jakarta (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal memperluas kawasan ganjil genap serta menaikkan tarif parkir di wilayah yang dilalui angkutan umum untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota.

Hal ini dilakukan juga sebagai bentuk impelementasi dari Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara yang telah ditandatangani pada Kamis, (1/8).

Seperti kita ketahui, beberapa waktu terakhir situs pengukur kualitas udara, Airvisual, menyatakan Jakarta sebagai kota dengan udara yang paling buruk di dunia.

Baca Lainnya : Lidah Mertua Tidak Efektif Menjawab Polusi Udara di Jakarta

Diketahui, Anies juga telah memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo untuk menyiapkan perubahan harga tarif parkir kendaraan dan menyusun rancangan peraturan daerah tentang biaya kemacetan (congestion pricing) pada tahun 2020.

Congestion pricing merupakan pengenaan biaya kepada pengguna jalan yang didasarkan pada kepadatan lalu lintas. Semakin padat lalu lintas, semakin besar biaya yang dikenakan kepada pengguna jalan. Congestion pricing juga dikenal dengan istilah electronic road pricing (ERP). Rencananya, congestion pricing atau ERP bakal diterapkan di Jakarta pada akhir 2019 mendatang.

"Mendorong partisipasi warga dalam pengendalian kualitas udara melalui perluasan kebijakan ganjil-genap sepanjang musim kemarau dan peningkatan tarif parkir di wilayah yang terlayani angkutan umum massal mulai pada tahun 2019, serta penerapan kebijakan congestion pricing yang dikaitkan pada pengendalian kualitas udara pada tahun 2021," mengutip instruksi Anies, Jumat (2/8).

Baca Lainnya : Tekan Polusi Udara, Jokowi Akan Tanda Tangani Regulasi Kendaraan Listrik

Meski begitu, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku belum menentukan kawasan peluasan sistem ganjil genap. Selainitu, dalam Ingub, Anies baru meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk menyiapkan penerbitan peraturan gubernur baru tentang ganjil genap.

Selain kebijakan mengenaikkan tarif parkir kendaraan dan perluasan ganjil genap, Anies juga ingin memperketat pengawasan terhadap sumber penghasil polusi udara. Misalnya cerobong industri aktif yang berada di wilayah DKI Jakarta.

"Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta agar melakukan pengukuran emisi dan inspeksi setiap 6 bulan pada seluruh cerobong industri aktif dan mempublikasikan hasilnya," mengutip instruksi Anies kembali. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: