BMKG Deteksi 85 Titik Panas di Sumatera, Riau Paling Banyak

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
02 Agu 2019   10:30

Komentar
BMKG Deteksi 85 Titik Panas di Sumatera, Riau Paling Banyak

Titik panas yang tersebar di Pulau Sumatera (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Jumat (2/8) mendeteksi ada 85 titik panas yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera. Dari jumlah itu, 54 titik berada Provinsi Riau.

“Di Riau ada 54 titik, tapi jumlah titik panas ini berkurang dibandingkan sehari lalu,” kata Sukisno, Jumat (2/8/19) mengutip Antaranews.

Sementara itu, Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, satelit terra aqua pada pukul 06.00 WIB menunjukkan ada 54 titik panas di Riau, Aceh 3 titik, Jambi 17, Lampung 2 titik, Sumatera Barat 2 titik, Sumatera Selatan 3 titik, dan Bangka Belitung 4 titik.

Baca Lainnya : KLHK Catat 508 Titik Panas Sepanjang Januari-Juni 2019

"Secara umum Riau dalam kondisi kering, sampai hari ini 22 hari hari tanpa hujan," katanya.

Di Riau titik panas paling banyak masih berlokasi di Kabupaten Pelalawan sebanyak 23 titik. Kemudian di Bengkalis ada 2 titik, Kuansing 1 titik, Kota Dumai 2 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik, Rokan Hilir 9 titik, Siak 4 titik, Indragiri Hilir 7 titik, dan Indragiri Hulu 5 titik.

Dari jumlah tersebut, terindikasi ada 32 titik api kebakaran paling banyak di Pelalawan ada 15 titik.

Baca Lainnya : BMKG Deteksi 8 Provinsi Bermunculan Titik Panas, NTT Terbanyak

Kemudian di Kabupaten Bengkalis satu titik, Rokan Hilir 7 titik, Indragiri Hilir 4 titik, Kepulauan Meranti dan Siak masing-masing satu titik, Indragiri Hilir 4 titik, dan Indragiri Hulu 3 titik.

Arah angin dari selatan dan di equator dibelokkan ke kanan. Itu yang bisa mengakibatkan saat terjadi asap, semoga ini tidak terjadi, itu bisa membawa asap sampai ke Malaysia dan Singapura," katanya.

Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan berdasarkan perhitungan Satgas Karhutla Riau, luas kebakaran mencapai lebih dari 4.300 hektare dengan jumlah titik panas 250 titik sejak Januari 2019. Sekadar informasi, data satgas berbeda dengan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menggunakan satelit, bahwa luas karhutla di Riau sudah lebih dari 27 ribu hektare.

Baca Lainnya : BMKG Pantau 41 Titik Panas Akibat Karhutla di Kepulauan Riau

Syamsuar mengatakan kebakaran kini banyak terjadi di Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil) dan Indragiri Hulu (Inhu).

"Kita konsen pemadaman ke Pelalawan, Inhil dann Inhu yang terdapat perkembangan titik api baru," kata Syamsuar.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan hingga 5 Agustus mendatang wilayah dengan potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan ditinjau dari analisis parameter cuaca dengan kategori sangat mudah terbakar berada di Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Selawesi Tenggara, Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni menegaskan bahwa sumber kebakaran hutan dan lahan 99 persen terjadi akibat ulah manusia. dirinya mengajak seluruh komponen ikut membantu menyadarkan manusia-manusia yang selama ini ikut dalam tindakan pembakaran, baik langsung dan tidak langsung.

“Upaya-upaya masih kurang. Saya sudah berkunjng ke hampir semua provinsi yang menjadi daerah-daerah berisiko terjadi kebakaran hutan dan lahan. Saya katakan masih kurang, kita masih perlu kerja keras,” ungkapnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: