Sudah 1.636 Hektare Tambak Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina, KKP Sarankan Pembudidaya Panen Total

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
02 Agu 2019   09:30

Komentar
Sudah 1.636 Hektare Tambak Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina, KKP Sarankan Pembudidaya Panen Total

Kapal petugas PT. Pertamina melakukan penanganan tumpahan minyak di anjungan YY pemboran sumur YYA-1 menggunakan 1,650 mStatic Boom (Mooring Bouy). Tujuan teknis penanganaan tersebut untuk menghadang oil spill dari sumber utama menyebar ke tepi pantai. (Foto : Dok PT. Pertamina)

Trubus.id -- Penanganan fisik tumpahan minyak PT.Pertamina di anjungan YY pemboran sumur YYA-1, Pantai Utara Jawa belum bisa dipastikan jangka waktunya penyelesaiannya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyarankan kepada petambak segera panen total, mengingat waktu pemulihan diprakirakan menghabiskan waktu 6-12 bulan. 

"Saya sarankan kepada petambak untuk segera panen total, mengingat efek dari tumpahan diprakirakan akan berlangsung sekurangnya 12 bulan," jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, Kamis (1/8).

Slamet menjelaskan jenis tambak yang terdampak antara lain tambak bandeng, udang, rumput laut, dan garam. Menurut data sementara, total petambak rumput laut, bandeng, udang dan garam  yang terdampak ada 127 orang, sedangkan jumlah nelayan sebanyak 281 dari 2.200. 

Lokasi yang terdampak antara lain Desa Tambak Sari dan Desa Tambak Sumur di Kecamatan Tirta Jaya, Desa Sedari dan Desa Cemara Jaya di Kecamatan Cibuaya, Desa Sungai Buntu di Kecamatan Pedes, Desa Pusaka Jaya Utara di Kecamatan Cilebar,  Desa Ciparage di Kecamatan Tempuran, dan Desa Tanjung Pakis di Kecamatan Pakis Jaya.

Baca Lainnya : Minyak Pertamina Tumpah ke Laut, Menteri Susi Kawal Pemulihan Tanpa Batas Waktu

"Diprakirakan 1.636,25 hektare  lahan tambak milik 127 orang di 6 kecamatan. Nilai kerugian masih kami kordinasikan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Karawang," tambah Slamet. 

Ia menambahkan, tumpahan minyak dipastikan mengandung bahan berbahaya dan mematikan, untuk itu pembudidaya diimbau untuk tidak memasukkan air ke tambak sebelum melakukan panen total. 

Tidak hanya itu, dampak pencemaran juga berpengaruh pada tanah di lahan tambak. Taanah tersebut harus diambil untuk dikeringkan dulu dan diolah kembali. 

"Tanahnya harus dicuci, jangka waktunya tergantung kecepatan dan pengeringannya, karena harus diolah kembali," tambahnya Lagi. 

Baca Lainnya : Dampak Tumpahan Minyak, Walhi Desak Pertamina Pulihkan Sumber Mata Pencaharian Nelayan

Menurut Slamet, saat ini akan mengumpulkan data terkait asuransi tambak dan asuransi nelayan pada 6 kecamatan tersebut. Untuk itu, KKP akan mendorong semua nelayan dan petambak sudah teraftar dalam asuransi Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA).

"Untuk sementara waktu asuransi bisa dikomplainkan," tutupnya.  

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: