Tungku Pembakar Sampah Karya Hari, Sulap 1 Ton Sampah Menjadi Pupuk Hanya dalam 3 Jam Saja

TrubusNews
Syahroni
01 Agu 2019   21:30 WIB

Komentar
Tungku Pembakar Sampah Karya Hari, Sulap 1 Ton Sampah Menjadi Pupuk Hanya dalam 3 Jam Saja

Hari Rahmawanto, staf Kecamatan di Kota Bogor pencipta tungku pembakar sampah. (Foto : Trubus.id/ Sol)

Trubus.id -- Berawal dari keprihatinan karena banyaknya tumpukan sampah rumah tangga yang tidak terangkut oleh petugas kebersihan, seorang staf Kecamatan di Kota Bogor, Hari Rahmawanto menggagas pembuatan tungku pembakar sampah.

“Awalnya karena prihatin melihat banyak sampah rumah tangga yang tidak terangkut karena tidak terjangkau petugas. Dari situ saya hanya berpikir bagaimana sampah-sampah ini bisa habis dimusnahkan. Salah satunya kan dengan cara dibakar,” ungkap Hari yang kini berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (1/8).

Hari menyebut, tungku permanen berdiameter 60cm X 60cm yang ia buat dengan dana pribadi tersebut, mampu membakar 1 ton sampah organik selama 3 jam. Hasil pembakaran sampah yang sudah dipilih-pilih tersebut, oleh Hari kemudian dijadikan pupuk yang bermanfaat bagi para petani.

“Tungku ini bisa membakar sampah rumah tangga untuk satu RW. Jadi sebelum masuk tungku itu, sampahnya kita pilah-pilah dulu. Mana sampah organik dan mana yang non organik. (Sampah) organik kita bakar, yang non organik kita jual. Dari hasil pembakaran sampah ini bisa menghasilkan 25-30 kilogram pupuk organik,” jelas Hari.

Sejauh ini, lanjut Heri, sudah puluhan unit tungku buatannya yang digunakan oleh masyarakat, baik di Kota maupun Kabupaten Bogor. Bahkan hingga luar provinsi.

"Beberapa ada yang sifatnya kita sumbangkan, ada juga yang dijual. Kita kirim ke wilayah lain di Kabupaten dan Kota Bogor, belum lama saya kirim ke Badung, Bali," ungkapnya.

Kendati begitu, Hari berkeinginan hasil karyanya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang lebih luas. Karenanya, ia mengharapkan adanya uluran tangan pemerintah daerah untuk memfasilitasi dirinya dengan kalangan akademisi, guna melakukan kajian terhadap tungku karyanya itu.

“Pak Wali Kota (Bima Arya, Red.) sudah meninjau langsung dan saya diminta untuk mempresentasikannya tapi harus disertai hasil kajian. Saya sih berharap Pak Wali bisa memfasilitasi saya dengan kalangan akademisi untuk melakukan kajian,” tutup Hari. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: