Minyak Pertamina Tumpah ke Laut, Menteri Susi Kawal Pemulihan Tanpa Batas Waktu

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
01 Agu 2019   18:05

Komentar
Minyak Pertamina Tumpah ke Laut, Menteri Susi  Kawal Pemulihan Tanpa Batas Waktu

PT. Pertamina melakukan penanganan tumpahan minyak di Anjungan YY Pemboran Sumur YYA-1 menggunakan 1,650 mStatic Boom (Mooring Bouy). Tujuan teknis penanganaan tersebut untuk menghadang oil spill dari sumber utama menyebar ke tepi pantai. (Foto : Dokumentasi Pertamina)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiatusi mengatakan akan mengawal penanganan intensif pasca tumpahan minyak PT. Pertamina di anjungan YY pemboran sumur YYA-1, baik pemulihan sosial, rehabilitasi dan revitalisasi lingkungan. Tetapi, penyelesaian penanganan fisik kejadian di Pantai Utara Jawa tersebut belum bisa dipastikan jangka waktunya.

"Kita akan memastikan recovery ini tidak berjalan sekarang saja, tetapi terus menerus karena dampak lingkungan tidak mungkin selesai dalam waktu satu atau dua bulan, minimum enam bulan tetapi harus ada program observasi dan recovery daripada dampak lingkungan," jelas Menteri Susi di Gedung Mina Bahari IV, Gedung KKP, Jakarta, Kamis (1/8/2019). 

Menteri Susi menjelaskan, penanganan yang dilakukan Pertamina telah terlihat cukup optimal, walaupun tumpahan minyak juga bergantung pada arus gelombang dan arah angin. Untuk itu, ia meminta membersihkan sisa tumpahan minyak hingga ke pesisir pantai dan pulau-pulau tak berpenghuni. 

Baca Lainnya : Tumpahan Minyak Pertamina di Perairan Karawang Masuki Pesisir Jakarta

Terkait teknis penanganan, Menteri Susi meminta PT Pertamina (Persero) untuk memperbanyak stok oil boom untuk menangani kejadian tumpahan minyak menyusul keluarnya gelembung gas dan tumpahan minyak dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi di Blok Offshore North West Java (ONWJ). Oil boom sangat efektif untuk mencegegah tumpahan minyak menyebar ke pinggir pantai dan sejumlah desa.

Oil boom adalah peralatan sejenis pelampung yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak di air agar tidak menyebar.

"Menjaga laut tidak mudah. Di situ saja ada 200 sumur pertamina, bukan pekerjaan yang mudah. Ke depan, Pertamina harus punya lebih banyak oil boom harus punya lebih banyak agar  menangani lebih cepat dengan oil boom yang lebih banyak, liquid (cairan) ini mungkin tidak akan ke pinggir," jelas Menteri Susi. 

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, saat ini ceceran minyak hanya tinggal 10 persen atau sekitar 300 barrell per hari dari volume awal sebesar 3.300 barrel. Sejak tanggal 

Untuk menanggulangi dampak tumpahan minyak tersebut pihaknya telah mengerahkan 7 lapis proteksi untuk menahan minyak mentah agar tak terus melebar hingga perairan yang lebih luas dan ke pedesaan di sekitar pantai. 

Lapisan penanganan & pengelolaan oil spill di sekitar anjungan terdiri  2.450 meter Static Oil Boom untuk menghadang oil spill dari sumber utama,  2 x 200 meter Movable Oil Boom untuk menghadang oil spill yang lepas dari sumber utama, 3 oil skimmer untuk mengangkat dan menyedot oil spill dan 39 kapal untuk menampung sementara
oil spill, patrol & standby firefighting. 

"Jadi kita menahan di tengah di tengah laut supaya dampak lingkungan itu minimal dan yang permanen kita akan mematikan sumur supaya tidak mengeluarkan tumpahan minyak lagi dengan menunjuk perusahaan pengalaman yang terbukti dari Amerika Serikat," jelasnya. 

Baca Lainnya : Dampak Tumpahan Minyak, Walhi Desak Pertamina Pulihkan Sumber Mata Pencaharian Nelayan

Pertamina juga telah memasang oil boom di muara sungai dan jaring ikan untuk menjaga tumpahan minyak agar tidak masuk ke pinggir pantai. Sebanyak 800 orang serta lebih dari 100 prajurit TNI juga dilibatkan dalam pembersihan ceceran minyak di pantai. 

"Kami ingin memastikan oil spill hilang. Kita terus jaga-jaga kalau suatu saat oil spill kembali tercecer. Pertamina tetap komitmen untuk bertanggung jawab terhadap kejadian ini dan Pertamina prihatin" tutup Nicke.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: