Kepala BNPB: Indonesia Peringkat Dua Dunia Jumlah Korban Bencana Terbanyak

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Agu 2019   17:00 WIB

Komentar
Kepala BNPB: Indonesia Peringkat Dua Dunia Jumlah Korban Bencana Terbanyak

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyatakan, bahwa dalam 20 tahun terakhir Indonesia menduduki peringkat ke dua dunia dibawah Haiti terkait jumlah korban bencana alam. 

"Data yang berhasil dikumpulkan oleh BNPB selama 20 tahun terakhir, ternyata Indonesia menduduki peringkat nomor dua korban bencana di dunia. Pertama adalah Haiti," demikian dikatakan Doni dalam sebuah konferensi pers di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (1/8).

Menurutnya, jumlah korban bencana di Indonesia dalam 20 tahun terakhir jauh lebih banyak dari pada jumlah korban perang. Ia menyatakan tahun 2018 Indoensia berada di peringkat pertama dunia dengan jumlah korban bencana.

Baca Lainnya : Kepala BNPB Ingin Inpres Penanggulangan Bencana Segera Terealisasi

"Korban kita lebih dari 160 ribu orang. Kalau dihitung-hitung, 20 tahun terakhir ini korban bencana itu lebih besar daripada korban sebuah peperangan di beberapa negara. Kemudian tahun lalu Indonesia berada pada peringkat pertama korban jiwa akibat bencana," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Dono, penyebab banyaknya korban terjadi akibat kejadian bencana alam di Indonesia karena sejak tahun 2018 kejadian bencana di Indonesia terjadi secara berturut-turut mulai dari gempa bumi Nusa Tenggara Barat (NTB); gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, hingga tsunami di Banten. Rentetan bencana tersbebut mengakibatkan banyak jatuhnya korban jiwa.

Baca Lainnya : Kepala BNPB Beberkan Kendala Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan

"Kita lihat data di NTB, bangunan yang rusak total 220 ribu, yang rusak berat itu 70 ribu sekian. Itu baru rumah saja, belum rumah sakit, jembatan, puskesmas, rumah ibadah, dan lain-lain," ujarnya.

Sementara bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah mengakibatkan 110 ribu unit rusak, lebih dari 33 ribu rumah mengalami rusak berat.

"Jadi ini pun yang menimbulkan korban jiwa itu adalah bukan gempanya, tetapi bangunan yang menimpa masyarakat kita," pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: