Kepala BNPB Beberkan Kendala Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Agu 2019   15:00 WIB

Komentar
Kepala BNPB Beberkan Kendala Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Kepala BNPB Doni Monardo (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo membeberkan kendala melakukan pemadaman api kebakaran hutan dan lahan di Indonesia ketika musim kemarau.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyatakan, musim kemarau tahun ini terdapat enam provinsi yang sudah menetapkan keadaan darurat untuk kebakaran hutan dan lahan.

“Faktanya hari ini kita lihat, walaupun sudah lebih dari 30 unit helikopter dikerahkan ke lapangan, kebakaran tidak bisa dipadamkan. Lahan gambut yang ada di negara kita kedalamannya sangat dalam, ada yang dalamnya di atas 20 meter, bahkan ada yang 30 meter, jadi ketika water boombing dikerahkan, itu hanya bisa memadamkan bagian atas lapisan saja tapi tidak memadamkan api yang berada di bagian bawah,” kata Doni ketika ditemuin di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (1/8).

Baca Lainnya : Bentuk Penghargaan, BNPB Resmikan Ruang Sutopo Purwo Nugroho

Diakui Doni, pelaksanaan water boombing tidak bisa menyentuh bagian bawah, ia mengatakan karena kapasitas water boombing itu hanya 5 kubik, sementara kedalamannya itu 36 meter.

“Jadi ketika ada kebakaran di atas, tidak mungkin seketika bisa padam. Jadi apa yang harus kita lakukan ke depan kembali lagi sebuah kesadaran dari semua komponen bangsa tidak cukup hanya pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah tapi semua harus bergerak, jika tidak setiap tahun akan seperti ini. Energi kita akan habis, biaya kita akan habis hanya untuk memadamkan api,” tambahnya.

Berkali-kali Doni menegaskan bahwa sumber kebakaran hutan dan lahan 99 persen terjadi akibat ulah manusia. Dirinya mengajak seluruh komponen ikut membantu menyadarkan manusia-manusia yang selama ini ikut dalam tindakan pembakaran, baik langsung dan tidak langsung.

“Upaya-upaya masih kurang. Saya sudah berkunjung ke hampir semua provinsi yang menjadi daerah-daerah berisiko terjadi kebakaran hutan dan lahan. Saya katakana masih kurang, kita masih perlu kerja keras,” jelasnya kembali.

Baca Lainnya : Hingga Juli 2019, BNPB Catat 2.277 Bencana Sebabkan 388 Orang Meninggal Dunia

Oleh karena itu, dirinya mengajak semua lembaga terkait untuk rajin pergi ke daerah dan melihat kondisi di lapangan.

Konsep tika kemarin adalah bagaimana kita mengerahkan unsur TNI, Polri dan personel gabungan untuk berada di desa-desa. Harusnya dua bulan sebelum masuk musim kemarau, mereka sudah di lapangan, tapi karena beberapa persoalan belum bisa seperti yang diharapkan.

Doni menekankan, pihaknya tidak akan berhenti dan tidak akan menyerah dengan keadaan.

"Kita akan tetap berupaya semaksimal mungkin supaya pesan ini sampai ke masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan. Karena kebakaran sulit dipadamkan ketika musim kemarau. Berapapun helikipter yang sudah dikerahkan tetap tidak akan optimal, jadi itu pesan yang paling penting,” pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: