Dorodjatun Kuntjoro Jakti: Indonesia Penting Membangun Infrastruktur Tahan Bencana

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Agu 2019   14:30 WIB

Komentar
Dorodjatun Kuntjoro Jakti: Indonesia Penting Membangun Infrastruktur Tahan Bencana

Kepala BNPB Doni Monardo dan Dorodjatun Kuntjoro Djati ketika melakukan konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (1/8/19) (Foto : Astri Sofyanti/ Trubus.id)

Trubus.id -- Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada potensi ancaman bencana di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Seminar Nasional Kebencanaan Membangun Infrastruktur yang Berkelanjutan di Graha BNPB, Kamis (1/8).

Sebagaimana diketahui, kejadian bencana yang kerap melanda Indonesia secara berturut-turut membuat pemerintah perlu menyiapkan sebuah kota yang memiliki infrastruktur yang tahan bencana. Khususnya terhadap bangunan yang berada di wilayah rentan terjadi bencana untuk mengurangi dampak jatuhnya korban jiwa dan juga kerusakan infrastruktur yang merugikan masyarakat.

"Persoalan yang kita hadapi sekarang bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi atau melakukan perubahan-perubahan, tapi yang juga tidak boleh dilupakan adalah sesuai dengan tugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencoba untuk mempersiapkan ketahanan dan ketangguhan membangun infrastruktur yang berkelanjutan khususnya yang berada di daerah-daerah rawan bencana gempa bumi, tsunami ataupun gunung meletus," kata Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Prof. Dorodjatun Kuntjoro Jakti ketika menghadiri Konferensi Pers terkait Pembangunan Ketangguhan Infrastruktur yang Berkelanjutan di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (1/8).

Baca Lainnya : Hingga Juli 2019, BNPB Catat 2.277 Bencana Sebabkan 388 Orang Meninggal Dunia

Pembangunan infrastruktur berkelanjutan berbasis kebencanaan yang perlu dilaksanakan antara lain melalui desain bangunan yang memperhatikan risiko bencana (tektonik, vulkanik, hidrometeorologi, perubahan iklim, cuaca ekstrim).

Selain itu, pembangunan infrastruktur ini juga sekaligus menjadi tempat berlindung dan di desain sesuai bencana yang dihadapi kawasan tersebut (gedung/menara untuk tsunami, bunker untuk erupsi gunung merapi, dan ruang terbuka publik untuk ruang berkumpul saat gemba bumi), termasuk rambu jalur evakuasi menjadi prasarat dalam pembangunan permukiman di lokasi rawan bencana.

"Indonesia sangat penting membangun ifrastruktur untuk dipersiapkan menghadapi bencana alam," pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: