Hingga Juli 2019, BNPB Catat 2.277 Bencana Sebabkan 388 Orang Meninggal Dunia

TrubusNews
Binsar Marulitua
01 Agu 2019   06:30 WIB

Komentar
Hingga Juli 2019, BNPB Catat  2.277 Bencana  Sebabkan 388 Orang Meninggal Dunia

Pelaksana Harian, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo saat memberikan penjelasan terkait jumlah bencana selama Januari hingga Juli 2019 di di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (31/7/2019).  (Foto : Trubus.id/Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Selama Januari hingga Juli 2019 telah terjadi 2.277 bencana di Indonesia. Dari jumlah tersebut tersebut bencana hidrometeorologi masih menjadi penyumbang terbesar dengan presentase 98%.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti angin kencang hujan lebat, dan gelombang tinggi.

"2% lagi bencana geologi," jelas Pelaksana Harian, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (31/7/2019). 

Baca Lainnya : 20.269 Hektare Lahan Pertanian Tercatat Puso Sampai Juli 2019, NTT Desa Terbanyak Kekeringan

Agus menjelaskan, banjir dan longsor yang terjadi di Sentani, Papua pada (16/3) adalah kejadian yang paling banyak merengut korban jiwa, dengan total 112 orang meninggal, 7 orang dinyatakan hilang dan 965 orang luka-luka.

BNPB juga mendata, sepanjang Januari hingga Juli 2019, bencana di seluruh Indonesia  telah menyebabkan 388 orang meninggal dunia, 27 orang hilang, 1.640 orang luka-luka, 2.187.229 orang mengungsi, 36.346 unit rumah rusak, dan 1.275 fasilitas umum rusak.

Berdasarkan sebaran bencana per provinsi, yang paling banyak adalah Jawa Tengah dengan 615 kejadian, Jawa Barat 468 kejadian, Jawa Timur 284 kejadian, Sulawesi Selatan 107 kejadian, dan Aceh 104 kejadian.

Sedangkan berdasarkan sebaran bencana per kabupaten/kota, yang paling banyak adalah Kota Semarang dan Kabupaten Bogor dengan 61 kejadian, Kabupaten Sukabumi 54 kejadian, Kabupaten Cilacap 51 kejadian, dan Kabupaten Garut 45 kejadian.

Baca Lainnya : Dua Hari Berasap Karhutla, BNPB Sebut Kualitas Udara di Wilayah Riau Kembali Membaik

Bila dibandingkan dengan kejadian serupa pada periode yang sama pada 2018, kejadian bencana meningkat 10,4 persen dari 2.062 kejadian menjadi 2.277 kejadian.

"Jumlah korban meningkat tajam, dari sebelumnya 188 orang meninggal dan hilang menjadi 415 orang atau 120,7 persen, serta 522 orang luka-luka menjadi 1.640 orang atau 214,2 persen," tandasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: